Headline

Remisi Belum Berdasarkan Karakteristik

Redaktur: Juni Armanto
Remisi Belum Berdasarkan Karakteristik - Headline

SOLIDARITAS - Warga membubuhkan tanda tangan untuk mendesak pembatalan remisi bagi I Nyoman Susrama di Denpasar, Bali beberapa waktu lalu. Foto : Fikri Yusuf/ANTARA

INDOPOS.CO.ID - Polemik pemberian remisi terus menuai pendapat dari pengamat hukum. Salah satu yang menjadi perhatian, adalah keputusan remisi untuk terpidana seumur hidup, I Nyoman Susrama. Ahli hukum dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Bivitri Susanti, mengatakan keputusan remisi untuk I Nyoman Susrama akibat dari tidak adanya "profiling" atau karakteristik kasus.

"Salah satu penyebab Susrama bisa masuk daftar 115 penerima remisi itu, karena dalam prosedur pemberian remisi tidak ada karakteristik kasus untuk warga binaan yang merupakan penerima remisi," ujar Bivitri, Jumat (8/2/2019).

Bivitri menjelaskan, sistem pemberian remisi dilakukan hanya berdasarkan sistem matriks atau berapa lama warga binaan sudah menjalani masa tahanan dari total lama hukuman yang diterima. Contohnya, dalam kasus Susrama, karena sudah 10 tahun maka dinilai sudah berhak mendapatkan remisi. “Tapi masalahnya pemberi remisi tidak melihat apa kasus yang menyebabkan dia (Susrama,Red) dijatuhi hukuman seumur hidup," kata Bivitri.

Menurutnya, karakteristik kasus terutama putusan pengadilan atas kasus warga binaan penerima remisi, sangat penting untuk dipelajari para pemberi remisi. Lebih lanjut, Bivitri menilai, bahwa remisi yang diterima oleh Susrama tidak ubahnya seperti grasi. Karena pada dasarnya, remisi tidak mengubah hukuman yang berdasarkan putusan pengadilan, namun hanya mengurangi saja. "Hal ini penting untuk mengetahui alasan kenapa warga binaan menerima hukuman tersebut," ucapnya.

Susrama diduga otak di balik pembunuhan wartawan Radar Bali, Anak Agung Ngurah Bagus Narendra Prabangsa. Prabangsa dibunuh karena memberitakan tindak pidana korupsi pembangunan sekolah yang dilakukan oleh Susrama.

Namun pemerintah mengeluarkan keputusan untuk memberikan remisi kepada Susrama dengan mengacu pada Pasal 9 Keppres 174/1999, yang mensyaratkan penerima remisi adalah narapidana yang dikenakan pidana penjara seumur hidup, telah menjalani masa pidana paling sedikit lima tahun berturut-turut, serta telah berkelakuan baik.

"Hukuman dia (Susrama) yang sebelumnya hukuman seumur hidup diubah menjadi hukuman pidana sementara. Ini merupakan pengampunan model grasi, bukan remisi. Karena remisi hanya mengurangi tanpa mengubah jenis hukuman," jelasnya. (ant)

Berita Terkait

Headline / Remisi Pembunuh Wartawan Blunder


Baca Juga !.