Nasional

18 Tahun Melayani, BPOM telah Luncurkan 7 Aplikasi Pelayanan Publik

Redaktur: Ali Rahman
18 Tahun Melayani, BPOM telah Luncurkan 7 Aplikasi Pelayanan Publik - Nasional

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito

INDOPOS.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkomitmen fokus meningkatkan kualitas prima pelayanan publik dan daya saing dengan perluasan pengembangan teknologi informasi. Terlebih saat ini BPOM memasuki usia 18 tahun.

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito mengatakan, selama ini pihaknya telah meluncurkan tujuh inovasi untuk mendukung percepatan pelayanan publik. Pertama, pengembangan aplikasi Siapik untuk mempercepat persetujuan iklan obat melalui penerapan 3 jalur permohonan dan tanda tangan elektronik (TTE).

Kwdua, aplikasi Notifkos-New yang mempunyai fitur verifikasi mandiri untuk memandirikan pelaku usaha dalam menilai data produk serta mengurangi kesalahan pengisian data.

Ketiga, pengembangan Surat Keterangan Ekspor (SKE) yang kini memiliki fitur TTE sehingga proses penerbitan SKE menjadi lebih efektif dan efisien.

Keempat, aplikasi New-AERO yang dilengkapi modul untuk variasi dan renewal serta penerapan TTE. Kelima, aplikasi e-sertifikasi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB).

Lalu keenam, Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) yang mendukung kemudahan berusaha, transparansi dan efektif serta memberikan layanan publik yang prima. Ketujuh, penerapan aplikasi 2D Barcode untuk produk obat dan makanan.
 
“Melalui 2D Barcode masyarakat dapat berperan aktif dalam proses pengawasan obat dan makanan,” jelas Penny dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Ia menuturkan, melalui gadget dalam genggaman, masyarakat sebagai konsumen lebih mudah untuk melakukan identifikasi dan otentikasi produk dengan memindai 2D barcode untuk mengidentifikasi legalitas nomor izin edar produk.
 
Selain itu, BPOM RI juga memiliki subsite istana UMKM yang dibuat sebagai bentuk upaya kolaborasi, sinergisme dan inovasi diantara Kementerian/Lembaga dan industri terkait pangan. “Subsite ini merupakan sarana edukasi, sarana komunikasi, dan sarana promosi yang menyediakan informasi tentang UMKM dan produk yang dihasilkan,”paparnya.
 
Dalam perjalanan 18 tahun, lanjut Penny, BPOM RI terus mendorong industri obat dan makanan untuk meningkatkan daya saing dan terus bertransformasi untuk kemudahan dan kemandirian Indonesia. Hal ini penting untuk menyediakan obat dan makanan yang aman dan berkualitas.

Penny menjelaskan, semua ini akan berjalan optimal dengan dukungan dan kerlibatan aktif dari semua pihak. BPOM RI terus mengajak Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, lelaku usaha, akademisi, dan masyarakat termasuk Media untuk bersama melaksanakan fungsi masing-masing dalam kapasitasnya untuk mendorong pengembangan daya saing bangsa dan perlindungan masyarakat.
 
"Di usianya yang ke-18 ini, BPOM RI menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada stakeholder yang telah mendukung dan berkontribusi aktif dalam pengawasan obat dan makanan sesuai dengan bidangnya masing-masing," pungkasnya. (jaa)

Berita Terkait

Nasional / Garam Kristal Siap Ekspor

Ekonomi / UU POM Tangkal Produk Ilegal

Headline / Dewan Desak BPOM Sidak di Akhir Tahun

Nasional / Muslimat NU Sikapi Iklan Susu Kental Manis


Baca Juga !.