Politik

Aparat Wajib Netral dalam Kampanye Terbuka 

Redaktur: Nurhayat
Aparat Wajib Netral dalam Kampanye Terbuka  - Politik

PENGAYOM: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo memberikan keterangan di Jakarta. Foto: Dhika/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Selama pelaksanaan kampanye terbuka, Polri kembali mengingatkan kepada seluruh anggotanya wajib bersikap netral dan tidak melibatkan diri terhadap kegiatan politik praktis. Selain itu, dilarang membantu mendeklarasikan capres dan cawapres serta caleg pada Pemilu 2019. 


"Selalu memberikan arahan ke anggota Polri untuk terus menjaga netralitas. Dalam setiap tahapan Pemilu termasuk pada pelaksanaan kampanye terbuka yang digelar dari 24 Maret hingga 13 April," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (24/3/2019).


Ia juga mengingatkan anggotanya tidak memberikan, menerima, mendistribusikan hadiah dan sumbangan dalam bentuk apapun dari pihak partai politik (parpol) pengusung salah satu pasangan calon tertentu.


"Dilarang menggunakan dan menyuruh orang lain untuk memasang atribut parpol. Serta tahapan-tahapan lainnya. Bersama seluruh komponen mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan sejuk," kata Dedi. 


Bahkan tidak boleh menjadi pembicara ketika deklarasi, pertemuan parpol, dan kampanye. Tapi saat bertugas melakukan pengamanan itu hal berbeda. "Kecuali dalam melaksanakan tugas pengamanan yang berdasar surat perintah tugas," ucapnya. 


Kampanye terbuka berlangsung selama 21 hari, sejak 24 Maret hingga 13 April 2019. Sedangkan  pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 dilakukan pada 17 April.(dan)

 

 



Berita Terkait

Politik / KPU Abaikan Pileg, Pemilu Terkonsentrasi di Pilpres


Baca Juga !.