Politik

Pemantau Asing Tak Boleh Sembarang Tafsirkan Pemilu 2019

Redaktur: Nurhayat
Pemantau Asing Tak Boleh Sembarang Tafsirkan Pemilu 2019 - Politik

LEMBAGA: Mochammad Afifuddin (dua dari kiri). Foto : Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mewanti-wanti kehadiran lembaga pemantau asing dalam memantau pelaksanaan Pemilu 2019. Ada aturan-aturan yang harus dipatuhi serta ada akreditasi yang harus dilakukan.

"Pemantau asing tidak boleh semena-mena menafsirkan apa yg terjadi di kita, apalagi soal kedaulatan (negara)," cetus Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin di Media Center Bawaslu Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Ia mengungkapkan, pemantau asing bisa saja berbentuk LSM seperti konsorsium lembaga pemantau Asia yang ada di Anfrel serta Asia Democracy Network. Kata Afif, kehadiran mereka hanya sebatas tamu undangan serta sifatnya tak lebih untuk pembelajaran.

Bawaslu sendiri hingga Selasa (26/3/2019) telah mengakreditasi 51 lembaga yang akan memantau pemilu, dua diantaranya merupakan dari luar negeri.

Afif menegaskan bahwa pihaknya berhak membatalkan akreditasi lembaga pemantau bila mereka melanggar aturan. Ini berlaku bagi lembaga luar negeri maupun dalam negeri. "Kami (bisa) keluarkan dari posisi pemantau," tegasnya.

Konsekuensi ini, menurut Afif, opini apapun yang dikeluarkan tidak akan dianggap sebagai lembaga pemantau. "Misalnya, kalau dia beropini atas apa yang terjadi di Indonesia, dihubungkan dengan aturan di negaranya, dia belum tentu aturannya sama," tandas Afif.

"Pemilu ini kan soal sistem yang dianut masing-masing negara dan berbeda, apakah kita mencoblos yang lain mencontreng itu berbeda," pungkasnya. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.