Politik

Tanpa Didasari Nilai Pancasila, Gelaran Pemilu 2019 Bisa Chaos

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Tanpa Didasari Nilai Pancasila, Gelaran Pemilu 2019 Bisa Chaos - Politik

MARTABAT-Diskusi Ngetren yang digelar DKPP. Foto : Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Teguh Prasetyo menyatakan, pelaksanaan pemilu yang bermartabat harus mempunyai sebuah dasar pemikiran atau filsafat pemilu.

Menurutnya, pemilu sekarang ini belum terpikirkan dasarnya. Padahal setiap hal yang muncul itu pasti ada dasarnya, terlebih agenda pemilu ini yang dinilai merupakan hajatan sakral bangsa.

Seperti halnya Bangsa Indonesia yang terbentuk melalui satu komitmen politik, Teguh menegaskan, komitmen ini harus dijaga serta dijadikan dasar kepemiluan. Kata dia, nilai filsafat pemilu harus didasarkan pada Pancasila.

"Kalau tidak ada nilai diatas, nanti bisa chaos karena Indonesia terdiri dari berbagai agama, suku dan budaya. Kajian kepemiluan harus diprioritaskan, bukan hal-hal teknis yang diprioritaskan," cetusnya dalam diskusi DKPP bertajuk ngetren media di Gambir Jakarta, Selasa (26/3/2019).

"Rumah bisa berdiri kokoh, diterpa angin dan badai tetap berdiri, itu pondasinya bagus dan kuat," imbuh Teguh mengibaratkan.Di tempat sama, Ketua Bawaslu RI Abhan berpandangan, gagasan dasar kepemiluan negara ini memang menarik. Sayangnya, para pembuat UU Pemilu dinilainya tak paham filosofi pemilu itu sendiri. Akibatnya, memang UU Pemilu dalam kurun waktu ke belakang kerap kali mengalami perubahan.

"Terkait money politics misalnya, dalam UU 7/2017 ini saya lihat memang kurang tegas. Misalnya pada tahapan kampanye, subyek yang bisa dijerat ini pelaksana tim kampanye, selain tidak bisa dijerat aturan," jelas Abhan. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.