Hukum

Dikirim 10 Hari Lalu, Satgas Masih Menunggu Berkas Jokdri

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Dikirim 10 Hari Lalu, Satgas Masih Menunggu Berkas Jokdri - Hukum

Joko Driyono

indopos.co.id - Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola saat ini dalam posisi menunggu. Ya, mereka menunggu Kejaksaan Agung memeriksa berkas perkara tersangka kasus perusakan dan penghilangan barang bukti yang diduga terkait dengan kasus pengaturan skor sepak bola Indonesia.

"Berkas tersangka Pak Jokdri (Joko Driyono) sekitar 10 hari yang lalu sudah dikirim ke kejaksaan. Kami masih menunggu keputusan jaksa apakah nanti sudah memenuhi syarat formil materiil atau belum," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Argo menyebut, hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil tindak lanjut berkas yang dikirimkan ke kejaksaan tersebut. Oleh karena itu, belum mengetahui seperti apa kelengkapan dan kekurangannya."Yang dilimpahkan adalah kasus penghancuran dan penghilangan barang bukti. Belum terkait dengan pengaturan skor. Kita memfokuskan ke kasus ini dulu," ucap Argo yang juga kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka dalam perusakan barang bukti yang diduga terkait kasus pengaturan skor pada Kamis 14 Februari 2019 . Ketika itu dilanjutkan dengan penggeledahan apartemennya di Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Sebelumnya, ruang kerja Jokdri di Kantor PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga digeledah pada hari yang sama.

Jokdri diduga merupakan aktor intelektual yang memerintahkan tiga orang. Muhammad Mardani alias Dani sopir Joko Driyono, Musmuliadi alias Mus seorang pesuruh di PT Persija, dan Abdul Gofar pesuruh di PSSI. Mereka diduga diminta melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Bola, beberapa waktu lalu.

Dia memerintahkan ketiganya masuk ke ruangan yang telah diberi garis polisi dan melakukan perusakan barang bukti serta mengambil laptop yang diduga penyidik terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Tersangka Joko Driyono disangkakan melanggar pasal 363 KUHP atau pasal 235 KUHP. Atau pasal 233 KUHP atau pasal 232 KUHP atau pasal 221 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ant)

 

Berita Terkait

Hukum / Berkas Jokdri Dinyatakan Lengkap

Hukum / Kejagung Terima Berkas Jokdri

Nasional / Jokdri Akhirnya Mendekam Dalam Bui


Baca Juga !.