Nasional

Orangtua Mesti Sadar Teknologi

Redaktur:
Orangtua Mesti Sadar Teknologi - Nasional

Psikolog, Rose Mini Adi Prianto. Foto: IST

indopos.co.id - Pemicu munculnya tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, bukan hanya melalui di media sosial (medsos). Melainkan faktor lingkungan juga begitu besar terjadinya pelecehan tersebut. Karena era globalisasi saat ini hal negatif bisa muncul dari berbagai aspek. Psikolog Rose Mini Adi Prianto, fenomena kasus seperti ini kerap terjadi lantaran tak diimbangi dengan informasi yang benar terhadap anak. Tentu untuk mencegah hal serupa, orang harus berperan aktif dan mengetahui segala aktivitas anaknya.

"Fenomena ini ada, karena ada contoh juga. Paling gampang kan belajar dengan contoh modeling kan apa yang dia lihat. Hal ini juga harus membuat orang tua sadar bahwa yang harus tahu tentang kekinian," ujar Rose Mini kepada INDOPOS di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Menurut Rose Mini, anggapan bahwa anak tidak berada di dalam rumah dan tidak dibolehkan bermain di luar, seharusnya bisa menjaganya tetap aman. Justru dengan kemudahan mengakses internet setiap anak dengan gampang terpapar hal negatif dari bermain gadget.

"Orang tua seharusnya tidak gagap teknologi. Harus mengikuti arah perkembangan zaman, tahu memperbaharui tentang kekinian itu apa. Ketika anak bertanya atau melakukan sesuatu, kita tidak bingung," ucapnya.

Anak, kata Rose, harus dilindungi dan dipahami karakternya. Sebab, dalam sikap tak dapat mengandalkan bahwa mereka bisa menjaga diri pada saat waktunya. Salah satu yang dicontohkannya, kasus pemerkosaan oleh siswa SD yang terjadi beberapa waktu lalu dan membuat geger warga Randumerak, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Tingkat kematangan tentang pubertas ini sudah ada, sementara pemahaman tidak didapatkannya.

"Sekali salah memberikan pendidikan pengajaran kepada anak, itu akan dilihat seumur hidupnya. Makanya, anak yang tidak punya pengalaman harus dibantu oleh orang tua yang diharapkan punya pengalaman dan pengatahuan," terangnya.

Pemerintah dan masyarakat mestinya berperan aktif dalam mengajarkan anak untuk menggunakan internet secara bijak. Selain itu, melindungi anak dari risiko, ancaman, dan bahaya yang timbul di dunia maya. Permasalahan kekerasan dan eksploitasi seksual anak melalui media daring selalu menjadi perbincangan serius. Seakan tiada habisnya, anak menjadi korban.

Kekerasan dan eksploitasi seksual anak bisa terjadi di mana saja sepanjang akses dalam jaringan dapat dilakukan. Anak pengguna internet usia 15-19 tahun sekitar 12,5 juta, sedangkan usia 10-14 tahun 768 ribu. Tidak jarang, pelaku kekerasan seksual adalah orang terdekat anak seperti teman dan keluarga. Hal ini seperti menunjukkan, bahwa masih banyak resiko yang dihadapi anak ketika mengakses internet. (dan)

Berita Terkait

Lifestyle / Arahkan Anak Anda Sesuai Bakat

Lifestyle / Bahagia, Kunci Tumbuh Kembang Anak


Baca Juga !.