Politik

Evaluasi Pemilu 2019 Baru Dilakukan Awal 2020

Redaktur: Riznal Faisal
Evaluasi Pemilu 2019 Baru Dilakukan Awal 2020 - Politik

Mendagri, Tjahjo Kumolo.

indopos.co.id - Pemerintah bersama DPR RI dan penyelenggara Pemilu akan mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2019. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan, di antara hal-hal yang akan menjadi bagian evaluasi adalah jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan kesiapan logistik hingga tiba di masing-masing TPS.

"Awal tahun (2020), Januari, kita kan rapat bersama DPR, penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu, dan DKPP), serta semua pihak terkait. Kami (pemerintah) menginventarisasi hal-hal yang masih perlu disempurnakan dan perlu ditingkatkan secara komprehensif mengenai jumlah TPS, logistiknya, dan lain sebagainya," kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Tak hanya itu, banyaknya anggota KPPS yang meninggal dunia dalam tugas juga menjadi bagian yang tak luput dari evaluasi ke depan. Selain ungkapan belasungkawa, Tjahjo juga mengatakan, pemerintah akan memberikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi para syuhada kusuma bangsa tersebut.

"Di luar dugaan, adanya musibah banyaknya KPPS kita yang meninggal dunia, kami turut berduka cita. KPU dan pemerintah melalui Menteri Keuangan juga akan memberikan sedikit bantuan sebagai rasa tanggung jawab. Tahun depan sistem kerjanya juga akan kami bagi, apakah dibagi per shift, tergantung apakah Pilpres dan Pilegnya digabung," ungkap Tjahjo.

Menurut Tjahjo, evaluasi tersebut dimungkinkan akan dilakukan oleh anggota DPR terpilih dengan menjadwalkan pertemuan dengan pihak terkait.

"Saya kira DPR RI yang baru nanti setelah terbentuk akan menjadwalkan pertemuan antara pemerintah dengan KPU, dengan elemen-elemen penggiat demokrasi, termasuk kita libatkan ahli, misalnya dari LIPI dan sebagainya, termasuk e-voting menjadi salah satu materi yang perlu dipertimbangkan," ujarnya.

Meski demikian, Tjahjo menilai secara umum Pemilu 2019 berjalan aman, lancar, dan tertib yang ditopang dari kesiapan aparat keamanan mengamankan pelaksanaan pencoblosan hingga tingkat partisipasi masyarakat yang melampaui target pemerintah.

"Sudah cukup bagus sistem keamanan terpadu dari Polri, TNI dan BIN untuk mengamankan Pemilu. Tingkat partisipasi masyarakat juga cukup bagus lebih dari 80 persen," ujar Mendagri. (yah)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Kemendagri Diterpa Isu Hoax

Nasional / Mendagri: DPT Sudah Clean and Clear

Nasional / Bupati Madina Mengundurkan Diri, Ini Kata Mendagri

Politik / “Jika Ada yang Janggal, Silakan Lapor ke Petugas”

Nasional / Larang Tim Pemantau Intervensi

Nasional / Waspadai Ancaman Teror, Perkuat Siskamling


Baca Juga !.