X CLOSE Laporan Kinerja DKPP
Rabu, 19 Desember 2018 04:51 WIB

Indobisnis

Hanya dengan Rp. 500 Ribu Sudah Bisa Investasi Properti

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

COO Napro.id Sandra Vandhi (pegang mik) saat menjelaskan proyek investasi properti alternatif. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Selama ini investasi properti dianggap sebagai investasi untuk orang kaya. Hal ini maklum saja karena properti, terutama di Jakarta harganya setinggi langit.

Tapi jangan khawatir. Bagi anda yang uangnya masih terbatas, juga bisa kok berinvestasi di bidang properti. Yakni melalui sistem crowdfunding yang tengah dipersiapkan perusahaan startup Nabungproperti (Napro.id). Lewat aplikasi ini, calon investor dapat mendapatkan yield dari properti tersebut, tanpa memilikinya secara langsung.

Crowdfunding secara garis besar adalah alternatif untuk mendapatkan modal yang memungkinkan puluhan bahkan ratusan orang bersama-sama mengumpulan dana untuk mewujudkan suatu proyek.

COO Napro.id, Sandra Vandhi menjelaskan, proyek investasi properti alternatif ini menyasar kalangan eksekutif muda yang tertarik pada investasi properti namun segan karena tidak memiliki modal yang mencukupi. ''Napro.id membuka kesempatan menabung properti dari Rp 500 ribu dan kelipatannya,'' ungkapnya.

Caranya pun cukup mudah. Setelah membuka akun pada situs Napro.id, calon investor bisa memilih skema unit properti yang telah disiapkan. Adapun properti yang disiapkan berasal dari developer anak BUMN seperti Adhi Persada berupa unit rumah dan apartemen yang sedang dalam tahap pengembangan.

Dengan kerjasama ini Napro menawarkan 100 unit properti besutan Adhi. ''Kenapa Adhi Karya?, karena mereka memiliki garansi pasti akan menyelesaikan pembangunannya,'' jelas Sandra.

Setelah memilih unit dan menyetor dana, Napro.id akan menunggu hingga mencapai target pendanaan sebelum menutup lot lelangnya dan Napro.id akan membeli unit tersebut langsung ke developer. 

Kemudian sesuai skema tabungan unit yang dipilih, misal tabungan ditahan selama 12 bulan ataupun dua tahun, baru pada saat jatuh tempo dana akan dikembalikan ditambah kelipatan bunga tabungan. Serta setelah properti dijual, investor mendapatkan yield proporsional sesuai porsinya pada lot tersebut. ''Tingkat kenaikan properti itu besar dan kami akan kasih garansi return,'' tandasnya. 

Sandra memberikan kisaran return yield sebesar 10 persen -12 persen untuk setiap unitnya, namun bisa lebih besar bila hasil penjualan properti tersebut ternyata lebih besar dari perkiraan.

Sandra memberikan garansi investasi pada platform fintech properti ini akan bersifat aman lantaran Napro.id akan membeli tunai unit propertinya. Dengan demikian, underlying asset jelas ada serta dilengkapi surat pesanan dan surat perjanjian pengikatan jual beli (PPPJB).

Proyek startup ini sudah dikembangkan sejak Juli 2017 dan segera di launching dalam waktu dekat. Proyek ini juga salah satu peserta program kolaborasi PT Bank DBS Indonesia dengan Founders Institute dalam pengembangan industri fintech di Indonesia.(dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #properti #naproid #adhi-karya 

Berita Terkait

IKLAN