X CLOSE Laporan Kinerja DKPP
Selasa, 18 Desember 2018 11:57 WIB

makanmakan

Gurihnya Gulai Kepala Kakap Masak Kuning

Redaktur:

CHAHAYA SIMANJUNTAK, Jakarta

INDOPOS.CO.ID - Jakarta merupakan ibu Kota Negara Indonesia yang menjadi kota cita-cita bagi sebagian besar masyarakat mulai dari Sabang sampai Merauke untuk mengais rezeki, berkompetensi demi bertahan hidup.

Di balik Jakarta sebagai kota harapan, tersimpan sejuta cerita yang sudah menjadi santapan sehari-hari warganya. Ya macet, ya polusi udara, dan egoisme-nya para pengendara bagi pengguna jalan raya seperti saya ini. Ini saya alami di kawasan bisnis Tanah Abang menuju Holiday Inn Express Hotel-Wahid Hasyim.

Seyogianya, pedestrian itu difungsikan bagi para pejalan kaki, tapi di kota ini, pedestrian malah merangkap menjadi laluan pengendara sepeda motor. What? Bagaimana bisa ini berlaku di ibukota negara kebanggaanku ini? Tidak bisakah ada toleransi dan ketertiban sedikit untuk hal ini? Saya bermimpi ketertiban itu akan terjadi suatu saat nanti. Entah kapan. Optimis saja dulu.

Ah lupakan kejadian keserempet motor itu. Ini sudah siang. Saatnya mengisi perut yang sudah keroncongan dengan sesuatu yang lezat dan menggugah selera. Great Room Restaurant di Hotel Holiday Inn Express Jakarta-Wahid Hasyim menjadi pilihan.

Ada banyak sekali hotel berdampingan di kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat ini. Namun Holiday Inn Express menjadi pilihan karena restorannya menyajikan menu khas nusantara yang terkenal lezat karena kaya bumbu dan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Hotel ini sangat strategis. Terletak di pinggir jalan KH Wahid Hasyim, dan bebas akses sekitar 500 meter menuju pusat grosir Tanah Abang dan 50 meter lurus ke sebelah kanan, sudah langsung kawasan nongkrong anak muda, Perempatan Sarinah yang mendadak tersohor akibat lokasinya menjadi TKP tragedi bom bunuh diri di 14 Januari 2016 lalu.

Memasuki hotel, suasana ekspres langsung terasa. Tak ada sofa, hanya empat resepsionis yang tengah sibuk melayani para tamu luar negeri yang mau check in. Sementara di sebelah kirinya, terdapat lobi kecil sekaligus tempat tamu menikmati minum kopi atau sekedar teh.

Lantas dimana Great Room Restaurant hotel ini berada? Di belakang lobi yang terpisahkan oleh pintu selebar 1,5 meter. Memasuki ruangan ini, kesan restoran tak tampak terlihat sedikit pun. Hanya seperti ruang tamu keluarga saja dengan meja dan beberapa kursi, juga sofa panjang yang dindingnya tergantung pajangan warna-warni fancy yang tersusun rapi di rak gantung.

“Meski konsep hotel ini ekspres sesuai namanya, dimana tamu tak ada yang long stay lebih dari sebulan, tapi kami tetap membuat kesan homy, sehingga tamu tetap bisa nyaman, dan santai kala bersantap di hotel ini,” ujar Asisten Manajer Komunikasi dan Pemasaran Hotel Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim, Wendy Putri kala berbincang sambil menunggu pesanan menu datang siang itu.

Siang itu, Tim Makan-Makan koran ini berkesempetan mencicip menu khas rumahan Indonesia, yakni gulai kepala kakap Wahid Hasyim, pisang goreng keju coklat, dan salad buah campur sari. “Ini menu baru yang akan kami hadirkan mulai awal April mendatang,” ujarnya ramah.

Gulai kepala ikan Wahid Hasyim pun tersuguh. Potongan kepala kakap besar berpadu kuah kuning kental yang disajikan dengan topping potongan tipis cabe hijau dan daun bawang langsung mengunggah selera. Segera saja kusedondak nasi ke piring, menjumput daging dari bagian bawah kepala, menyiramkan kuah ke atasnya, lantas memasukkannya ke mulut. Heaven!!! Rasa gurih kuah berpadu segarnya ikan langsung lumer dan memanjakan mulut. Tak mau berhenti, suap demi suap langsung mengalir begitu saja.

Bagi kalangan Indonesia, menikmati gulai kepala kakap, tak sah rasanya kalau tak menyesap tulang kepala. Maka makan pakai tangan pun jadi pilihan. Andai saja ada tambahan bumbu cabai rawit yang dimasukkan utuh ke gulai ini, rasanya akan sangat sempurna sekali.

“Ke depan, kami menyesuaikan permintaan pengunjung. Kalau misalkan diminta masak gulai pedas, kami akan masak pedas. Karena memang pengunjung atau tamu menjadi pelanggan yang selalu kami utamakan,” ujar Kepala Koki Hotel Holiday Inn Express Jakarta-Wahid Hasyim, Steven Alexander Taning.

Menu ini dinamakan gulai kepala kakap Wahid Hasyim, karena menu ini untuk pertama sekali dihadirkan di jaringan hotel mereka di Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim ini. “Menu ini sangat simple sekali, tapi sukses menggugah rasa,” jelas Chef Steven.

Mengenai harga, mulai April nanti, menu berbahan ikan kakap segar tanpa amis ini dijual di bawah Rp100 ribu per porsi. “Harga Rp 75 ribu, sudah termasuk nasi putih,” ungkapnya.

Sebelumnya, restoran hotel ini juga menyajikan dua menu khas Indonesia dalam sajian ala carte mereka. Diantaranya soto iga bakar dan bebek penyet. Menu ini termasuk menu yang sangat diminati para tamu, khususnya para tamu mereka dari India.

“Saya baru empat bulan sebagai kepala koki di sini, jadi melihat karakter tamu yang menginap di sini, saya memutuskan mengeluarkan satu per satu cita rasa nusantara kepada daftar menu ala carte hotel,” jelas sang koki asal Minahasa ini.

Jadi tunggu apalagi? Mengutip pernyataan pakar kuliner Indonesia, Sisca Soewitomo saat ditemui di kawasan Kuningan beberapa waktu lalu, menyebutkan setiap menu yang di dalamnya ada tiga warna bumbu, yakni merah (cabai), kuning (kunyit), dan coklat (aneka rempah), maka dipastikan hasil menu masakan tersebut sempurna. Dan ini semua bisa didapatkan di semangkok gulai kepala kakap Wahid Hasyim ini. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kuliner #indoposmakan-makan 

Berita Terkait

Kuliner Jadi Salah Satu Pemikat Wisatawan

wisata

Wisata Baru Gading Serpong

Ekonomi

Icip-Icip Citarasa Asia

Jakarta Raya

IKLAN