Rabu, 26 September 2018 03:41 WIB
pmk

Politik

Prabowo Masih Galau, Kader Tetap Deklarasi

Redaktur:

TANPA PRABOWO-DPD Partai Gerindra DKI Jakarta resmi mendeklarasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019. Deklarasi ini dilakukan bersamaan dengan hari ulang tahun ke-10 Partai Gerindra di Lapangan Arcici, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta, Minggu (11/3). CHARLIE LOPULUA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Partai Gerindra masih galau apakah maju atau tidak sebagai calon Presiden (capres) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Ada beberapa pertimbangan Prabowo Subianto dalam menentukan keputusan tersebut. Namun, para kader tetap keukeuh mendeklarasikan bila pimpinan partai berlambang burung garuda itu akan berkontestasi pada Pilpres nanti.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, sebanyak 34 DPD Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres. ”Seluruh Indonesia mendeklarasikan dalam waktu yang sama agar Pak Prabowo segera mencalonkan menjadi calon presiden. Ini terjadi di seluruh Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (11/3)

Untuk DPD DKI Jakarta, kata dia, acara digelar di Lapangan Arcici. Seluruh kader partai berlambang burung garuda dari seluruh wilayah Ibukota itu hadir memadati lapangan tersebut. ”Ini kan kami serap suara rakyat Jakarta dan sebagian masyarakat Indonesia meminta kepada DPD-DPD Gerindra untuk segera menyampaikan ke DPPnya untuk segera dicalonkan Pak Prabowo sebagai capres,” kata Taufik.

Taufik menegaskan, deklarasi tetap telah direalisasikan walau Danjen Kopassus itu tidak hadir. ”Hadir tidak hadir tidak masalah, tetap dilakukan pencanangan, yang penting hadirnya suara rakyat untuk Prabowo,” tukasnya.

Untuk calon wakil presiden, dia menambahkan, Partai Gerindra akan berkoalisi dengan partai-partai pendukung. ”Cawapres kami koalisi. Diskusi dengan partai koalisi. Gerindra nggak ada calon alternatif,” tandasnya.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Dia menyampaikan, deklarasi pencalonan Prabowo menjadi capres telah disampaikan. ”Desakan PAC, DPC dan DPD sampai ranting-ranting dan para kader, juga desakan dari para ulama mengenai pencalonan Pak Prabowo jadi Presiden, kami akan meneruskan kepada Pak Prabowo,” kata Ahmad Muzani, Minggu (11/3).

Ia menyebut, DPD Partai Gerindra DKI Jakarta telah merekam keinginan masyarakat soal Prabowo yang menjadi presiden. ”Selama satu bulan ini kita telah merekam keinginan masyarakat, sampai pada kesimpulan bahwa Jakarta perlu presiden baru,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI itu mengaku, sampai saat ini Prabowo sendiri belum menyatakan bersedia untuk menjadi capres mewakili partainya itu. Prabowo, saat ini masih mempertimbangkan banyak hal mengenai pencalonannya itu. karena ada empat hal yang menjadi pertimbangan dan membuatnya galau. ”Beliau masih mempertimbangkan saat ini apakah koalisi sudah cukup? Apakah rakyat masih meghendaki beliau jadi presiden? Apakah rakyat masih mendukung? Dan apakah beliau sanggup memimpin bangsa di tengah-tengah kondisi yang berat? Sanggup bangun Indonesia untuk berjaya lagi?” bebernya.

Dia pun meyakinkan kepada para pendukungnya bila Prabowo masih sanggup menjalankan amanah itu. Sebab, Prabowo, nantinya akan bisa menjadi presiden yang berteman dengan rakyat kecil. Ia juga menyebut, walaupun nantinya partai-partai lain akan diajak tidak mendukung, namun ia percaya rakyat akan mendukungnya. ”Saya yakin, rakyat Jakarta akan mendukung penuh di belakang Pak Prabowo,” kata Muzani.

Muzani optimistis Prabowo akan memberi jawaban atas dukungan kadernya pada waktu yang tepat. ”Kita tidak pernah merasa malu kalau kita partai yang didukung oleh tukang bakso, partai yang didukung tukang ojek, tukang mie, tukang jamu, partai yang didukung semuanya,” kata Muzani.

Terpisah, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) yang juga pengamat politik, Ray Rangkuti mengatakan, Prabowo harus sesegera mungkin untuk mendeklarasikan diri sebagai capres Partai Gerindra. ”Saya rasa memang sudah seharusnya Pak Prabowo mendeklarasikan diri kalau memang mau menjadi capres di Pilpres 2019, mendatang sesegera mungkin,” kata Ray, Minggu (11/3).

Hal itu, kata dia, untuk meredam kekhawatiran para pendukungnya yang sebenarnya telah mendesaknya sejak Rapimnas Partai Gerindra 2017 lalu. Ia menyebut, ada dua bentuk kekhwatiran yang saat ini dialami oleh pendukung Partai Gerindra. ”Yang pertama, dilihat dari kecenderungan pemilih yang lebih memilih partai yang memiliki calon presiden. Para pendukung cenderung hengkang bila partai tidak memiliki calonnya,” tuturnya.

Kekhawatiran kedua, lanjutnya adalah kecenderungan para partai pendukung. ”Bila Prabowo tak kunjung mengumumkan siapa capresnya, partai lain pun juga akan berpikir soal langkah berikutnya,” kata dia.

Ia menyebut, malah saat ini poros ketiga yakni antara PAN, PKB, dan Partai Demokrat bisa jadi akan terjadi. ”Ini poros ketiga bisa ambil alih kalau dari Partai Gerindra tidak ada gelagat untuk maju,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, adanya faktor saingan pada Pilpres 2019 nantinya juga menjadi alasan mengapa Prabowo harus segera umumkan pencapresannya. Ia mengatakan, sejauh ini lawan politik yang masih kuat bersaing dengan Jokowi adalah Prabowo Subianto. ”Sampai saat ini kalau saya lihat, tokoh yang masih mampu bersaing adalah Prabowo. Jadi harus didesak agar Jokowi tidak menjadi calon tunggal di Pilpres nanti,” tutupnya. (aen)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-gerindra #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN