Senin, 25 Juni 2018 12:55 WIB
bjb idul fitri

Nusantara

Gawat Rumah ASN Diperjualbelikan ke Umum

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Kasus jual beli rumah Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) di Perumahan Korpri sudah bukan hal baru. Bahkan, siapa saja sudah bisa memilikinya. Salah satu warga yang berdomisili di kawasan itu, AN mengaku telah membeli salah satu rumah PNS tersebut sejak enam tahun lalu. Rumah yang dibelinya sangat murah. ”Dulu aku beli rumah ini masih murah bah. Masih Rp 60 jutaan waktu itu,” tutur AN dengan logat khas Kalimantan Utara (Kaltara).

Tak hanya itu, karyawan perusahaan swasta ini mengaku tidak keberatan jika harus bolak balik kota menuju Juata Permai setiap hari. Baginya, yang terpenting bisa memiliki rumah dengan harga murah.  Informasi yang diperoleh AN, sebenarnya masih ada beberapa rumah di perumahan PNS yang kemungkinan mau dijual pemiliknya. Namun, yang menjadi pertimbangan harganya lebih mahal.

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Tak jauh dari lokasi tersebut, warga lainnya ML mengaku nyaris membeli salah satu rumah PNS. Akan tetapi, karena pemilik rumah tersebut mengurungkan niat menjualnya, ML hanya mengontrak hingga sekarang. ”Kemarin rencana mau beli, tapi sekarang kalau mau beli uangnya sudah kepakai. Orangnya pun sudah tidak mau jual. Kalau mau jual banyak orang mau jual di sini karena orangnya sudah pindah-pindah dinas,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas Lapangan dari Perumas V Tarakan, Kaltara, Syamsul mengungkapkan, sebagai salah satu pelaksana kegiatan pembangunan perumahan PNS, pihaknya tidak tahu menahu persoalan perjanjian hak guna perumahan. Kewenangan pihaknya hanya membangun perumahan dan melengkapi fasilitasnya. Data yang ada dipihaknya pun hanya data pemilik pertama dari rumah-rumah itu. ”Kalau permasalahan itu (jual beli, Red) kami tidak tahu. Karena itu pertanggungjawabannya dari PNS langsung ke pemerintah kota (Pemkot). Kami di sini tetap memegang data yang dasar, data pemilik pertama,” katanya, Senin (13/3).

Perumahan di Kelurahan Juata Permai juga ramai diperjualbelikan secara online. Mulai dari yang sudah direnovasi, bersertifikat hak milik (SHM), hingga dengan luas tanah 10 x 18 meter. Salah satu sumber yang enggan menyebutkan namanya mengakui kalau ia menjual rumahnya. Ia berani menjamin bahwa rumah yang akan dijualnya itu aman untuk dimiliki masyarakat umum. ”Aman pak, aman banget pak. 200 persen aman,” tutur sumber tersebut.

Pengakuannya yang lain, jika beberapa calon pembeli masih bernegosiasi. ”Menawar berapa? Kalau cocok bisa aja,” imbuhnya. 

Menurutnya, sudah banyak calon pembeli yang menanyakan penawaran rumah tersebut. Namun, belum ada yang deal. Beberapa terkendala soal pinjaman di bank. Di salah satu grup jual beli properti khusus Tarakan juga ditemukan hal serupa. Beberapa akun mengunggah perumahan itu.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan bahwa ini merupakan persoalan yang cukup serius untuk ditindaklanjuti. Ia pun melarang keras rumah PNS diperjualbelikan ke masyarakat umum karena memang diperuntukkan bagi kesejahteraan PNS.

Arief menyayangkan jika hal itu sampai dilakukan PNS. Rumah yang mestinya ditawarkan untuk kesejahteraan pegawai, justru dijadikan investasi. Hal ini sudah di luar dari esensi dibangunnya perumahan. “Kalau bicara tentang aturan tidak boleh, dan tujuan untuk dibangun tidak membolehkan diperjualbelikan seperti itu. Artinya dia sudah tidak sesuai dengan sasarannya. Kita mau mensejahterakan pegawai, bagaimana pegawai di akhir jabatannya lalu dia punya perumahan dan tempat tinggal. Sehingga kalau dia menjualnya melanggar aturan. Tidak boleh,” kata Arief tegas, Jumat (9/3) lalu.

Dirinya juga menegaskan bakal memberi sanksi bagi oknum PNS yang kedapatan menjual rumahnya untuk masyarakat umum. ”Yang jelas kalau PNS menjual ke umum, tidak boleh. Pasti ada sanksinya, semua ada aturannya,” pungkasnya. (*/shy/eru/lim/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #asn 

Berita Terkait

681 Pegawai Pemkab Tak Masuk Kerja

Nusantara

Puluhan ASN Dipotong Gaji 30 Persen

Banten Raya

Parah, ASN Titip Absen

Nusantara

1.067 ASN Tak Masuk Kerja Usai Cuti Bersama

Megapolitan

Miris! 1,6 Juta ASN Tak Punya Rumah

Nasional

Ini Pesan Jokowi untuk Para ASN

Nasional

IKLAN