Rabu, 26 September 2018 03:33 WIB
pmk

Nasional

Poros Ketiga Butuh Keajaiban

Redaktur:

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjadi pembicara pada diskusi dengan tema 4 Pilar sebagai Instrumen Penangkal Informasi Hoax, di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/3). Foto : CHARLIE LOPULUA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan meyakini hanya akan muncul dua poros pada Pilpres 2019 mendatang. Wacana pembentukan poros ketiga selain poros pendukung Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai memerlukan keajaiban.

”Saya bilang dua poros. Tapi kalau ada ketiga (poros ketiga, Red) itu perlu ada keajaiban,” ungkap Zulhasan, sapaan akrab Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI dalam diskusi Soasialisasi 4 Pilar MPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (12/3).  

Zulhasan menguraikan, saat ini masih tersisa lima partai yang belum mendeklarasikan capres (calon presiden), yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Jika diasumsikan Gerindra dan PKS yang dimungkinkan mengusung Prabowo, maka PAN, PKB dan Demokrat bisa mengusung capres baru. Jumlah kursi ketiganya yang sebesar 27,85 persen, cukup untuk mengusung capres. 

Menurut Zulhasan, saat ini partainya masih menjalin komunikasi informal dengan seluruh partai, termasuk dengan Gerindra dan PDIP. Semua kemungkinan masih bisa terjadi. Kendati sulit untuk memunculkan poros ketiga di luar koalisi pendukung Jokowi dan Prabowo. ”Ini baru awal. Semua kan terbuka. Baru pertemuan-pertemuan informal antara parpol, jadi semua kemungkinan masih terbuka. Walaupun secara rasional dua poros. Kalau poros ketiga itu bila ada keajaiban baru bisa terjadi,” paparnya.

Mengenai syarat koalisi yang diajukan oleh Partai Demokrat, Zulhasan, tak ambil pusing soal pengajuan syarat itu. Menurut dia, pengajuan syarat tersebut adalah hak setiap partai, termasuk Partai Demokrat. ”Ya itu haknya Demokrat. Kita hormati, kita juga punya hak, partai lain juga punya hak,” kata Zulhasan.

Sebab itulah, sambung Zulhasan, perlunya komunikasi informal untuk menjajaki kemungkinan koalisi dengan partai-partai peserta pemilu. ”Ini masih menjajaki, karena syaratnya itu 20 persen kan tidak mungkin sendiri,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Zulhasan juga menanggapi santai tudingan dari Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni yang mengatakan hoaks di Indonesia terjadi karena partai oposisi tidak kredibel. PSI hanya sedang cari panggung saja. ”Nggak apa-apa PSI kan adik-adik kita, masih cari panggung. Biar saja,” imbuhnya.

Dia menganggap apa yang disampaikan Sekjen PSI adalah hal wajar yang dilakukan oleh anak muda. Karena, terkadang anak muda juga bisa melakukan kesalahan. ”Terserah dia saja, namanya anak muda kadang salah, kadang benar, nggak apa-apa,” tukasnya.

Soal butuhnya keajaiban munculnya poros ketiga juga ditanggapi Ketua DPD PKS, Mardani Ali Sera. Dia mengaku, PKS-Gerindra menyatakan siap berkoalisi di Pilpres 2019. Menambah amunisi tempurnya, mereka juga siap mengincar partai-partai yang belum bersikap seperti, PAN, PKB dan Partai Demokrat. 

Demi mengincar 3 partai itu, sambung anggota Komisi II DPR RI itu, PKS telah membentuk tim komunikasi. Komunikasi dengan partai lain disebut-sebut berjalan mulus. ”Kami punya tim komunikasi politik. Kan logikanya karena lima sudah deklarasi ke Jokowi, kami banyak komunikasi dengan empat sisanya (selain Gerindra, Red): dengan PAN, dengan PKB, dengan Partai Demokrat,” terangnya.

Senada dengan PKS, Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menegaskan, partainya tengah upaya menggandeng partai lain untuk kontestasi pilpres 2019. Terang-terangan, Gerindra menyebut nama Partai Demokrat sebagai target incaran. 

Sejauh ini, lanjutnya, Gerindra dan PKS belum menetapkan calon presiden dan calon wakil presiden untuk diusung di 2019. ”Namun, nama Ketum Gerindra Prabowo Subianto terus digelorakan para kader partai berlambang kepala garuda merah itu sebagai calon presiden mereka. Prabowo masih belum bersikap sampai saat ini,” imbuhnya. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pan #pilpres-2019 

Berita Terkait

IKLAN