Minggu, 16 Desember 2018 02:02 WIB

Nusantara

Wanita Cantik di Tarakan Bawa Sabu 1,08 Kg

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID – Wajah Andi Riski Amelia (26) seketika pucat ketika tertahan di pintu security check point (SCP) 2 Bandara Internasional Juwata Tarakan sekira pukul 11.00 Wita, kemarin (13/3). 
 
Beberapa saat lagi, pesawat yang akan ditumpanginya terbang menuju Makassar. Petugas Avsec yang duduk memperhatikan monitor X-ray cabin di depan ruang tunggu lantas melakukan pemeriksaan ulang.
 
Wanita beralamat di Jalan Toddopuli X, RT 002, RW 006, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar itu tampak berusaha mengurai kegelisahannya. Petugas bernama Sanny Mamiliani kemudian meminta Andi Riski Amelia membuka koper bajunya.

Sebuah barang yang berada di tengah kopernya menampakkan citra X-ray agak gelap. Andi kemudian bergelagat kebingungan dan tidak mau membuka barang yang ada di dalam koper bermotif macan tutul.

Karena Andi kekeh tak ingin kopernya dibuka, petugas berinisiatif melakukan pembongkaran. Hasilnya benda diduga narkoba jenis sabu-sabu ditemukan dalam dua kemasan. Sekira pukul 11.40 Wita, Andi dibawa menuju ruang Avsec, tepat di lantai bawah Bandara Internasional Juwata Tarakan untuk dimintai keterangan.

Diketahui sabu-sabu yang dibawa wanita kelahiran Makassar, 11 Juli 1991 itu seberat 1,08 kg. Kepala Bandara Juwata Tarakan Elfi Amir mengatakan, saat koper memasuki X-ray, petugas Avsec mulai curiga. “Setelah diperiksa ditemukan satu botol bedak bayi dan satu tempat tisu basah, diduga berisi narkoba jenis sabu-sabu.”

Andi menampik jika barang tersebut adalah miliknya. “Dia (Andi Riski Amelia) mengelak barang itu bukan miliknya. Hanya mengaku jika merupakan titipan dari orang yang baru dikenalnya sehari,” tuturnya.

Sebelum diamankan, Andi baru tiba di Tarakan sehari sebelumnya atau pada Senin (12/3). Dibeberkan jika alasannya ke Kota Tarakan untuk kepentingan bisnis online. “Saat tiba di Tarakan dia tidak bisa menginap di hotel karena KTP-nya rusak, sehingga dia mendapatkan bantuan dari seseorang wanita. Si wanita memberi tumpangan.”

Setelah sehari di Tarakan, Andi berencana balik ke Makassar. “Nah ketika masuk SCP 2 baru kami amankan karena membawa barang itu. Yang belum diketahui seorang wanita yang memberikannya tumpangan menginap atau orang lain,” ujarnya.

Namun Elfi tidak lantas percaya dengan perkataan Andi. “Sepertinya dia ini profesional, karena tidak terlihat gugup, dan tak terbebani saat diinterogasi. Semua hasil penyelidikan diserahkan kepada petugas BNNP Kaltara dan Polres Tarakan. Dari mana dia mendapatkan sabu-sabu ini,” bebernya.

Sementara itu Komandan Lanud Tarakan, Kolonel Pnb Mochammad Arifin mengapresiasi pengungkapan kasus narkoba dengan jumlah besar ini. “Untuk memberantas narkoba ini semua elemen harus terlibat. Mulai dari TNI, Polri, BNN, Avsec dan instansi terkait di dalamnya. Terlebih predikat Kaltara di peringkat ke 3 terkait kasus narkoba,” ujar dia.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Ery Nursatari mengungkapkan akan melakukan pengembangan bersama kepolisian terkait dari mana Aandi mendapatkan barang tersebut. “Kami belum mengetahui dia jaringan mana, yang jelas akan kami kembangkan dan berusaha mengungkap siapa pemilik barang haram ini,” ucapnya.

Terkait jalur udara yang sering dijadikan pintu para pelaku narkoba, menurutnya sudah bukan hal baru. Apalagi banyak di antara yang melakoni tugas sebagai kurir narkoba tergiur karena upah yang besar. “Ini wilayah ini sudah dijaga dengan ketat, masih saja ada yang nekat berusaha meloloskan,” kata Ery.(jnr/lim)

TOPIK BERITA TERKAIT: #sabu #tarakan #kaltim 

Berita Terkait

IKLAN