Minggu, 16 Desember 2018 01:23 WIB

Ekonomi

Tanpa Laba, Perusahaan Migas Bisa Listing

Redaktur:

IPO – Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat (dua kanan) berbincang saat pencatatan saham di lantai bursa di Jakarta.

INDOPOS.CO.ID - Otoritas pasar modal berencana membuat aturan baru terkait pencatatan perusahaan minyak dan gas bumi (Migas). Nanti, perusahaan migas belum memiliki pendapatan bisa mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Untuk itu, otoritas pasar tengah berkoordinasi dengan otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maklum, draft perusahaan bisa listing di lantai bursa sudah final. Artinya, calon perusahaan hanya tinggal menunggu stempel dari wasit pasar modal yaitu OJK. "Ya, tinggal koordinasi dengan OJK. Drfatnya sudah final," tutur Direktur BEI,  Samsul Hidayat, di Jakarta, Selasa (13/3).

Samsul melanjutkan, kemungkinan aturan itu akan diteken pada kuartal tiga tahun ini. Aturan itu bilang Samsul terutama diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan migas yang berhajat mencari pendanaan untuk kegiatan eksploitasi. "Ini bentuk apresiasi kami kepada perusahaan migas supaya mendapat pendanaan dari pasar modal," imbuhnya.

Meski begitu bilang Samsul, untuk mencatatkan saham, perusahaan migas harus memiliki cadangan. Selain itu, perusahaan juga mesti memiliki izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di samping itu, otoritas pasar juga akan meminta proyeksi dari bisnis perusahaan. Nanti, aturan tersebut akan dicatatkan sebagai aturan Bursa nomor I.A.2. Pihak bursa juga bilang telah ada lebih dari 10 perusahaan berkeinginan dan berharap atas kemunculan aturan tersebut. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi #ojk 

Berita Terkait

Tutup 404 Fintech Bodong

Ekonomi

Optimalkan Peran Swasta

Ekonomi

IKLAN