Senin, 25 Juni 2018 07:14 WIB
bjb idul fitri

Ekonomi

Sektor Pertanian Potensial Kembangkan Agripreneur

Redaktur:

PAPARAN - Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), I Wayan Dipta (tengah), pada suatu acara di Jakarta.

INDOPOS.CO.ID - Sektor pertanian berpotensi mengembangkan agripreneur. Peluang itu diharap dimanfaatkan lulusan perguruan tinggi. Karena itu, pertanian harus diproduksi menjadi produk-produk olahan, supaya memberikan nilai tambah tinggi bagi seorang agripreneur.

“Saya mendorong perguruan tinggi mengolah produk pertanian menjadi produk olahan, jangan hanya bahan mentah sehingga nilai tambah jadi tinggi," tutur kata I Wayan Dipta Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), di Bali, Selasa (13/3).

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Ia mencontohkan dengan mengolah sabuk kelapa menjadi jok mobil, daging kelapa menjadi santan, minyak, juga Crude Palm Oil (CPO). Atau mengolah biji kopi menjadi serbuk kopi bisa dipasarkan dengan kemasan menarik melalui kafe anak-anak muda, serta bisa diekspor.

Wayan melanjutkan, potensi dan kekuatan sumber daya manusia (SDM) bangsa sebetulnya tidak kalah dengan negara lain. Hanya, tinggal bagaimana menggarap peluang untuk direalisasikan menjadi suatu hal bernilai tambah. “Berbagai produk pertanian lain macam kopi sudah terkenal. Yang sudah menjadi serbuk kalau bisa agripreneur dibikin kafe sendiri supaya ada keunikan,” harapnya.

Dalam ajang bertajuk Let’s Be Young Agripreneur itu, Wayan mewanti-wanti mahasiswa untuk menjadi pengusaha. Talkshow bikinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Udayana tersebut dihadiri sejumlah narasumber. "Mahasiswa itu setelah lulus, ke depan jangan hanya mencari kerja, tapi menciptakan pekerjaan,” ingat Wayan. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi #pertanian 

Berita Terkait

IKLAN