Jumat, 20 Juli 2018 03:29 WIB
BJB JULI V 2

Hukum

Nah, KPK Mulai Garap Korporasi

Redaktur: Syahrir Lantoni

GARAP KORPORASI: Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif bersama juru bicara Febri Diansyah saat melakukan konferensi pers di Gedung Merah Putih, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (13/4) sore. foto: Emanuel Liu/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengatakan pihaknya telah memulai penyidikan baru terhadap dua korporasi, sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana kirupsi (tipikor).

Dua korporasi yang dimaksud  PT Nindya Karya (NK) dan PT Tuah Sejati (TS), yang diproses dalam perkara pelaksanaan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang yang dibiayai APBN  2006-2011.

“Kasus ini kembali menambah daftar tersangka tipikor oleh korporasi setelah sebelumnya KPK menetapkan PT DGI, sebagai tersangka korporasi yang pertama,” jelas Laode di Gedung Merah Putih, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (13/4) sore.

Dijelaskan,  PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati melalui Heru Sulaksono diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang, untuk memperkaya diri sendiri dan juga orang lain.

“Itu terkait dengan pekerjaan pelaksanaan pembangunan  dermaga bongkar dengan nilai proyek sekitar Rp 793 miliar. Ini mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 313 miliar.

Sebelumnya KPK telah memproses 4 tersangka di antarannya Heru Sulaksono, Ramadhani Lamy, Ruslan Abdul Gani dan juga Teuku Syaiful Ahmad. 

Dari keempat tersangka  telah dijatuhi vonis bersalah oleh majelis hakim, kecuali Teuku Syaiful Ahmad yang masih dalam keadaan sakit, sehingga mejelis hakim menyatakan unfit to trial atau tidak layak untuk disidangkan. (nue)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk-garap-korporasi 

Berita Terkait

IKLAN