Senin, 23 Juli 2018 07:30 WIB
BJB JULI V 2

Tekno

Aplikasi Inovatif Bantu Orangtua Terapkan Terapi di Rumah

Redaktur: Redjo Prahananda

Spokle Group Pty Ltd resmi meluncurkan aplikasi Spokle AppTM di sebuah hotel di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (14/4). Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID – Aplikasi Spokle AppTM diperuntukkan pada anak berkebutuhan khusus gangguan pendengaran, yang diluncurkan Spokle Group Pty Ltd di Hotel Harris Tebet Jalan Dr. Saharjo, No. 191, Jakarta Selatan, Sabtu (14/4).

Berawal dari kepedulian tinggi terhadap anak berkebutuhan khusus, sebuah perusahaan jasa yang bergerak dibidang kesehatan asal Australia, Spokle Group Pty Ltd itu hadir dengan program baru. Yakni aplikasi untuk anak dengan gangguan pendengaran yang pertama di Asia Pasifik.

Program tersebut diciptakan sebagai bentuk jawaban keresahan para orangtua dengan anak gangguan pendengaran (berkebutuhan khusus), untuk memperoleh dukungan serta bimbingan dari para ahli professional yang sangat terjangkau, nyaman dan tanpa hambatan geografis.

Bersamaan dengan peluncuran program app baru tersebut, Spokle Group Pty Ltd pun sengaja menghadirkan pakar Terapi Wicara dan Bahasa Internasional pada workshop yang akan dilanjutkan hari ini (15/4).

Pada workshop di Jakarta, para peserta akan belajar teknik dan strategi baru secara langsung dari para ahli seperti Andrew Kendrick, seorang terapis dengan sertifikasi internasional LSLS Cert. AVT dan Gia Kuek, SLT, SI-OT tentang cara membantu anak-anak tunarungu mengembangkan kemampuan mendengar dan berbicara dalam lingkungan belajar yang menyenangkan, melibatkan seluruh anggota keluarga. Selain itu, semua program yang diajarkan oleh para ahli dapat ditemukan di aplikasi Spokle.

Workshop itu untuk membantu dan mengarahkan para orangtua dari anak berkebutuhan khusus serta para profesional agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berbahasa dan mendengarkan di rumah.

“Kami percaya pasti ada cara yang lebih baik” ujar Pendiri SpokleTM Elisabeth Yunarko yang juga menambahkan, “Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau, sulit bagi banyak keluarga untuk mengakses perawatan secara rutin, namun teknologi seluler begitu mudah tersedia. Kami pikir mengapa tidak membawa pengetahuan dari para ahli terapi ke dalam keluarga mereka? ,” terangnya. (mar)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teknologi 

Berita Terkait

IKLAN