Jumat, 16 November 2018 08:37 WIB
pmk

Nusantara

Pipa Putus di Balikpapan Segera Diangkat

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Pertamina bakal mengangkat pipa putus di Balikpapan. Pipa tersebut menghubungkan Terminal Lawe lawe dengan Kilang Balikapapan, dalam waktu dekat pipa direncanakan akan diangkat ke permukaan air.

Pengangkatan pipa putus diharapkan dapat memberi titik terang atas siapa yang harus bertanggung jawab atas patahnya pipa Pertamina tersebut. Tidak hanya menanggung rusaknya aset dan minyak mentah hilang, Pertamina harus menanggung biaya pemulihan lingkungan akibat kejadian tersebut.

Hingga saat ini, polisi masih mengivestigasi siapa dan apa yang menjadi penyebab patahnya pipa. "Semua yang berkaitan, kami periksa. Baik dari Pertamina atau dari pemilik dan awak kapal." Kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Yustan Alpiani

Salah satu kecurigaan yang berkembang mengarah pada kapal Ever Jeger yang terbakar pada Sabtu (31/3). Karena satu satunya benda yang terpikirkan bisa menggeser pipa adalah jangkar yang dilepaskan oleh kapal yang berlayar di atas lautnya.

Region Manager Communication & CSR Kalimantan Yudy Nugraha menjelaskan,"Kami mendukung sepenuhnya penyidikan ini. Saat ini kami sedang menyiapkan tim penyelam untuk dapat melakukan potongan pipa di bawah pengawasan pihak Kepolisian."

Lebih lanjut Yudy menjelaskan bahwa pipa pengganti berjumlah sekitar 22 joint dengan panjang masing-masing 12 meter sudah disiapkan untuk mengganti pipa tersebut. Pipa minyak berukuran 20 inchi terputus. Dugaan sementara, kekuatan eksternal menjadi pemicu kerusakan pada pipa tersebut.

Kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab putusnya pipa minyak mentah ini. Pertamina mengklaim, kondisi pipa sebelum putus sangat baik dan diinspeksi secara berkala. Terakhir kali visual inspection tanggal 10 Desember 2017 oleh diver untuk check kondisi external pipa, cathodic protection dan spot thickness.

Inspeksi untuk sertifikasi terakhir 25 Oktober 2016, sertifikat kelayakan penggunaan peralatan oleh Dirjen Migas masih berlaku sampai 26 Oktober 2019. Serifikasi dilakukan 3 tahun sekali sesuai SKPP Migas.

Pipa Pertamina yang putus memiliki ketebalan pipa 12.7 mm terbuat dari bahan pipa Carbon steel pipe API 5L Grade X42. Kekuatan pipa terhadap tekanan diukur dari safe Maximum Allowable Operating Pressure (MAOP),1061.42 Psig, sementara, operating pressure yang terjadi pada pipa hanya mencapai 170.67 Psig. (rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pipa-putus-di-balikpapan #pertamina 

Berita Terkait

Motor Listrik Nasional Mulai Diproduksi 2019

Ekonomi

Diprediksi Pertamina Defisit Rp 40 Triliun

Nasional

Subsidi BBM-Elpiji Membengkak

Nasional

IKLAN