Jumat, 16 November 2018 09:07 WIB
pmk

Banten Raya

Penerapan Ganjil-Genap Buat Polres Tangsel Kelimpungan Saat Bertugas

Redaktur: Redjo Prahananda

GANJIL-GENAP: Sejumlah petugas dari Satlantas Polres Tangsel melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap pengendara yang putar balik di depan pintu Tol GT Kunciran 2, Tangsel, Senin (16/04). Kemacetan kendaraan itu muncul karena pengendara melakukan aksi putar balik kendaraan untuk menghindari sistem ganjil-genap, akibat hal ini sejumlah ruas jalan amcet dan membuat Satlantas Polres Tangsel kelimpungan.

INDOPOS.CO.ID - Penerapan sistem ganjil genap di Tol Tangerang-Jakarta oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) membuat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) kelimpungan. Pasalnya, sistem pengendalian kemacetan ini membuat kondisi lalulintas di sejumlah jalur arteri di kota menjadi macet total. Kepadatan jalan raya ini pun memicu komplain pengendara kepada Satlantas kepolisian daerah ini.

Hal itu dikatakan Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin. Kata dia, ada beberapa titik jalan yang mengalami kepadatan akibat imbas sosialisasi ganjil-genap tersebut. Dimana mereka melihat banyak pengendara putar arah dari sejumlah jalan untuk menghindari hal ini. Apalagi, aksi itu terjadi karena pengendara tidak mengetahui penerapan program pengentasan kemacetan di jalur tol tersebut.

“Benar ada kepadatan dari imbas sosialisasi ini. Banyak yang putar balik karena takut sehingga anggota dilapangan kelimpungan tadi. Kebanyakan kendaraan ini datang dari Karawaci menuju Tangsel. Ya kalau komplain dari pengendara pasti ada kepada anggota, tetapi tetap kami terima,” katanya kepada INDOPOS saat memantau kegiatan tersebut di Serpong, Senin (16/04).

Dari pemantauan, lanjut Hedwin, ada beberapa titik jalan yang mengalami kemacetan parah di Tangsel. Diantaranya, kawasan WTC dan ITC arah Serpong dan juga jalan Karawaci. Bahkan kepadatan kendaraan itu mengular hingga lebih dari 1 kilometer.

“Pengendaraan yang ada di Tol Kebon Nanas berputar di seputaran Karawaci. Ada 100 personel yang kami terjunkan di sini, agar jangan sampai parah. Kemacetannya terjadi sejak pagi hari saat warga mau beraktivitas. Ya sempat juga membuat kepala anggota kami pusing karena terus dikomplain,” ungkapnya.

Selain itu juga, sambung alumnus Akpol 2006 itu, belum adanya rekayasa lalulintas dari Dishub Tangsel membuat penerapan sistem ganjil-genap tidak terlihat sama sekali. Namun, begitu pihaknya terus berupa melakukan rekayasa sementara agar kepadatan arus lalulintas di sepanjan Jalan Raya Serpong yang menghubungan Kabupaten/Kota Tangerang dapat terurai.

“Kami siapkan personel untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada pengendara antara lain di wilayah Karawaci dan Tol BSD Serpong. Kami minta anggota bersabar dengan komplain pengendara. Mungkin jumlah jalan yang ada tidak sebanding dengan volume kendaraan, dan Dishub belum berkoordinasi untuk membuatkan rekayasa lalulintas,” paparnya.

Ditanya soal keberadaan bus premium yang disediakan guna mengantisipasi imbas kemacetanan dalam penerapan ganjil-genap, Hedwin menyatakan akan segera melakukan evaluasi. Kata dia Satlantas Polres Tangsel pun akan berkoordinasi dengan Dishub untuk mengatur lalulintas di wilayah tersebut. Dia menjamin, dalam tiga hari kedepan kepadatan lalulintas dikawasan WTC dan ITC arah Serpong akan terurai dengan cepat.

“Di Alam Sutera bus sudah disiapkan. Untuk keefektifannya, mungkin nanti akan dievaluasi. Tetapi sejauh ini keberadaan bus tersebut tidak menggangu arus lalu lintas. Besok kami kirimkan surat koordinasi agar Dishub mengerahkan personil untuk mengatur arus kendaraan,” imbuhnya.(cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ganjil-genap 

Berita Terkait

IKLAN