Rabu, 17 Oktober 2018 07:45 WIB
pmk

Headline

Rupiah Menguat, Perbanyak Investasi Langsung

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Di tengah guncangan bom di Surabaya dan isu aksi teroris beberapa hari belakangan ini, kurs rupiah terhadap dollar Amerika justru malah menunjukan tren positif. Berdasarkan data  Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs tengah rupiah terhadap USD, pada Senin (14/5) turun sebesar 13.976. Sebelumnya, pada Sabtu (11/5) berada di posisi 14.048. Sedangkan pada Rabu (9/5) kurs tengah sebesar 14.074.  

Adapun dollar terhadap  rupiah  pada Senin (14/5) berdasarkan laman BI, untuk jual  per 14.046 dan beli pada posisi 13.906. Terkait hal itu, Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, rupiah  masih rawan  terdepresiasi. Menurutnya, rupiah masih mengalami tekanan. Baik itu dari faktor eksternal maupun dari dalam negeri. Untuk faktor ekternal, kenaikan suku bunga Amerika, memang membuat pelemahan mata uang di sejumlah negara. 

"Untuk tekanan dari internal kita kurang mempersiapkan diri.  Jadi mudah sekali rupiah terdepresiasi. Tekanan tersebut misalnya keluarnya modal asing (capital outflow)," ujar Firdaus, Senin (14/5).

Ditambah lagi harga dollar menjadi mahalkarena banyak permintaan. Baik itu oleh pemerintah, BUMN maupun swasta. "Dollar banyak yang minta. Jual saham, itu kan pakai dollar. Bayar deviden dan juga utang serta bunganya. Jadi kebutuhan dollar kita sangat tinggi.  Dollar ikan sudah jadi mata uang dunia," jelas Firdaus.  

Ia menambahkan, banyaknya permintaan dollar membuat cadangan devisa (cadev) tergerus. Ditambah lagi, kalau di luar negeri, seperti Amerika menaikan suku bunga. Aliran dana ke luar akan terjadi. Investor  akan minta dollar cukup banyak, untuk dipindahkan dananya ke luar negeri. Itu yang membuat tekanan terhadap rupiah. 

"Juga impor kita cukup besar,  harus pakai dollar. Kalau cadangan dollar di pasar tidak ditambah, bisa naik dollarnya.  Cara menambah cadangan dollar, cara instan yakni  intervensi itu sudah dilakukan oleh Bank Indonesia," beber Firdaus. 

IHSG yang diwarnai aksi jual membuat rupiah tertekan. Kalau sentimen-sentimen seperti itu terus terjadi, agak sulit buat rupiah untuk mendekati Rp 13.400 seperti asumsi APBN.  

"Kesimpulannya, nilai tukar kita terlalu rentan terhadap dana investor asing. Istilahnya hot money,  investor pindah-pindah. Mencari investasi yang lebih menguntungkan," ujarnya.  

Menurut Firdaus, harusnya dollar yang datang ke Indonesia bukan hot money. Melainkan  aliran masuk investasi langsung (foreign direct investment atau FDI). "Dollar yang masuk ke Indonesia harusnya investasi langsung. Seperti buka pabrik. Itukan nanti ditukarin rupiah, uangnya dibelanjakan buat bayar pekerja dan bangun pabrik," jelasnya. 

Namun yang banyak terjadi, investasi dalam bentuk, saham,  obligasi, surat utang dan sebagainya. Yang investasinya mudah atau cepat berpindah. Berbeda dengan investasi langsung.

Selain itu menurutnya, ekpor harus digenjot untuk membuat rupiah menguat. "Sebab kalau neraca perdagangan surplus, akan menambah cadangan devisa," pungkasnya. 

Sementara itu, terkait investasi langsung,  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat  realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I (periode Januari-Maret) Tahun 2018,  mencapai Rp 185,3 triliun. Meningkat 11,8 persen  dari periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 165,8 triliun. Realisasi investasi tersebut menyerap 201.239 tenaga kerja Indonesia.

Adapun selama Triwulan I Tahun 2018, realisasi PMDN sebesar Rp 76,4 triliun.  Naik 11,0 persen dari Rp 68,8 triliun pada periode yang sama tahun 2017. Sedangkan PMA sebesar Rp 108,9 triliun, naik 12,4 persen  dari Rp 97,0 triliun pada periode yang sama tahun 2017.  Adapun  target realisasi investasi tahun 2018 yang ditetapkan pemerintah sebesar  Rp 765,0 triliun. (dai) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #nilai-tukar-rupiah 

Berita Terkait

Pasar Optimistis, Investasi ‘Wait and See’

Headline

Saving Rendah karena Ada Kebocoran

Headline

IKLAN