Sabtu, 15 Desember 2018 06:38 WIB

Politik

COPS: Banyak Manipulasi Survei soal Pilgub Jabar

Redaktur: Redjo Prahananda

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Lembaga survei Center Opinion Public Survey (COPS) melakukan jajak pendapat masyarakat Jabar (Jawa Barat) untuk empat calon Gubernur-Wakil Gubernur.

Direktur COPS, Ziyad Falahi menegaskan, dari sample 1225 masyarakat Jawa Barat, 85,7 persen sudah mengetahui pilgub Jawa Barat pada 27 Juni 2018. Survei itu berlangsung selama 10 hari, pada 12-22 Juni 2018.

"Dari 1225 orang Masyarakat Warga Jawa Barat menyatakan baru 67,8 persen baru mendapatkan undangan Ke TPS untuk memberikan suara nya pada pilgub Jawa Barat 2018," ucap Ziyad dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (23/6).

Sedangkan, sebanyak 80,7 persen mengharapkan gubernur - wakil gubernur Jawa Barat bisa lebih memberikan kemajuan ekonomi bagi masyarakat

"Sebanyak 55,4 persen mengetahui ke-4 paslon (pasangan calon) tersebut dan 44.6 persen tidak tahu sama sekali. Berarti mereka menjawab kalau muncul ketidakjujuran dari berbagai Lembaga Survei menempatkan ke empat paslon memiliki popularitas di atas 60 persen," beber Ziyad.

Dia menjelaskan, 55,4 persen masyarakat Jawa Barat mengetahui nama dan nomor empat Paslon Gubenur-Wakil Gubernur Jawa Barat, lebih dominan memilih pasangan Sudrajat- Ahmad Syaiku (Asyik). Dari hasil survei, sebanyak 32.7 persen Memilih Sudrajat- Ahmad Syaiku dengan alasan paslon tersebut tegas, jujur, pintar, memiliki kemampuan dan putra daerah Jabar.

Sedangkan, urutan kedua sebanyak 24.7 persen Memilih Pasangan Deddy Mizwar- Dedi Mulyadi dengan alasan Deddy Mizwar- bintang layar lebar, serta Deddy Mulyadi merupakan penggiat ajaran Sunda wiwitan.

Sedangkan, pasangan TB Hasanuddin - Anton Charliyan dipilih sebanyak 20.8 persen dengan alasan Kepala Daerah yang di Usung PDI- Perjuangan dan menjadi Partai pendukung Ahok alias Basuki Tjahaya Purnama pada pilgub DKI Jakarta.

yang dipenjara akibat menista agama Islam dan pasangan Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum dipilih sebanyak 17,9 persen jatuhnya Elektabilitas Ridwan - Uu karena diduga terlibat kasus korupsi BCCF dan yang tidak memilih 3.9 persen. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #cops #pilgub-jabar #survei 

Berita Terkait

IKLAN