Senin, 23 Juli 2018 01:04 WIB
BJB JULI V 2

Nusantara

Minahasa Selatan, Surga Pengembangan Sayuran dan Bawang Putih

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Potensi sektor pertanian di Provinsi Sulawesi Utara terbilang cukup prospektif. Kabupaten Minahasa Selatan misalnya, menyimpan potensi untuk pengembangan holtikultura terutama sayuran. Dengan luas lahan mencapai 12.000 Hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Novly Wowiling, mengatakan, dengan potensi dimiliki ini Sulawesi Utara siap mengamankan pengembangan kawasan hortikultura dalam mensukseskan Program Swasembada Bawang Putih pada 2021 seperti diamanahkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

"Kabupaten Minahasa ini masih mewarisi potensi pertanian dari kabupaten induknya. Kawasan Modayak, Modainding dan Passi (Modasi) siap menyukseskan swasembada bawang putih," kata dia, Minggu (8/7).

Kepala Dinas Pertanian Minahasa Selatan, Frans Tilaar menambahkan, Kecamatan Modoinding merupakan penghasil utama kebutuhan sayuran di Kabupaten Minahasa Selatan.

Kawasan potensial di sini bisa mencapai 6.000 Hektare. Hampir 70 persen kebutuhan sayuran di Sulawesi Utara disuplai dari Modoinding.

"Sejauh mata memandang, tersaji hamparan hijau lahan pertanian di areal perbukitan yang ditanami berbagai macam sayuran seperti kentang, tomat, wortel, jagung, bawang daun, buncis, kubis, cabai, bawang merah dan sebagainya. Layak jika kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan pengembangan hortikultura", ungkap dia.

Selain potensi sayuran itu, Kabupaten Minahasa Selatan yang berada di tepian laut Sulawesi ini juga menyimpan potensi untuk pengembangan bawang putih, khususnya di Kecamatan Modoinding.

Lokasi kebun ini berada di ketinggian 1.100 - 1.4000 meter di atas permukaan laut ini, sangat cocok untuk penanaman bawang putih. Sehingga Kabupaten Minahasa Selatan didesain untuk menjadi lumbung bawang putih nasional.

"Kami sangat mendukung program swasembada bawang putih tahun 2021 yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Apalagi didukung kondisi geografis Minahasa Selatan yang sangat prospektif untuk pengembangan bawang putih. Harapannya, Kawasan MODASI di Indonesia bagian tengah ini mampu menjadi penyangga bawang putih nasional", tegas dia.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto menyatakan bahwa selama tiga tahun terakhir ini Kementerian Pertanian membantu pengembangan kawasan sayuran dengan mengalokasikan dana APBN untuk bawang putih sebesar 35 hektar, cabai rawit sebesar 185 hektar, dan bawang merah sebesar 80 hektar.

Selain di Minahasa Selatan, APBN juga dialokasikan untuk Kawasan MODASI di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yaitu untuk cabai rawit sebesar 130 hektar.

“Swasembada bawang putih dapat terwujud jika ada kolaborasi antara pemerintah, petani, dan perusahaan yang mempunyai kewajiban tanam bawang putih. Kementerian Pertanian dalam hal ini mendukung bantuan sarana produksi dan pembinaan kepada kelompok tani”, ungkapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, dalam rangka memenuhi kewajiban tanam bawang putih, salah satu importir bawang putih diarahkan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk melakukan penanaman bawang putih seluas 400 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp 24 miliar.

"Pengembangan komoditi bawang putih ini merupakan tindak lanjut kerjasama dari investor dan Bupati Tetty Paruntu beberapa waktu lalu yang disaksikan oleh Kementerian Pertanian," ungkap Anton, sapaan akrabnya.

Hal ini sesuai dengan kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menargetkan swasembada bawang putih di tahun 2021, di mana total lahan yang diperlukan seluas 80 ribu hektare untuk memenuhi kebutuhan nasional sebesar 500 ribu ton per tahunnya.

Sampai dengan saat ini Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) telah diterbitkan untuk 57 importir bawang putih telah melaksanakan wajib tanam(nug)


TOPIK BERITA TERKAIT: #minahasa-selatan #pengembangan-kawasan-hortikultura #surga-pengembangan-sayuran-dan-bawang-putih 

Berita Terkait

IKLAN