Sabtu, 15 Desember 2018 06:37 WIB

Nusantara

Kebakaran di Pelabuhan Benoa, Ekosistem Mangrove Terancam

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID- Peristiwa kebakaran di Pelabuhan Benoa, Bali menimbulkan keprihatinan tersediri. Sebab, kebakaran ini menghanguskan 39 kapal ini mengancam kelestarian lingkungan terutama hutan Mangrove berdekatan dengan lokasi kebakaran.

Pendiri Forum Peduli Mangrove (FPM) Heru B. Wasesa mempertanyakan peran sejumlah pejuang lingkungan hidup dalam menyampaikan kepedulian terhadap ancaman nyata kelestarian hutan mangrove akibat kebakaran tersebut. 

Heru menuturkan, peristiwa ini bukan cuma berbicara tentang nilai kerugian kebakaran secara materi, tetapi juga kerugian lingkungan hidup karena kebakaran ini merembet ke Hutan Mangrove

"Lalu kemana para pejauang tolak reklamasi, aktivis atau selebritis  duta lingkungan hidup? Apa peran nyata dan peran mereka selama ini dalam merawat mangrove. Jangan ada dusta diantara kita," ketus Heru pada wartawan, Senin (9/7).

Selaku pemerhati lingkungan hidup, FPM, mempertanyakan fungsi kawasan Benoa, sebagai lokasi suci namun justru menepikan hutan mangrove.

"Kunjungan IMF sebagai bukti konkret,  kawasan mangrove bisa berjalan seiring sejalan dengan pembangunan dan lingkungan hidup jadi jangan buat malu dengan kejadian ini, semoga ini bukan sebuah karma atas inkonsistensi terhadap kepedulian oknum oknum tertentu,  seolah cinta terhadap lingkungan," tegas Heru. 

"Jagan ada dusta diantara kita. Jangan jadikan isu lingkungan untuk politisasi dan membuat dirinya populis. Kejadian kebakaran di Pulau Benoa jangan dianggap remeh ini terjadi atas kecongkakan kemanufikan pada lingkungan selama ini," ujar Heru.

FPM, sambung Heru, juga mempertanyakan sikap Pemerintah yang dianggap tebang pilih dalam menata lingkungan, terutama di Bali. Pemerintah selaku pembuat kebijakan harus mencermati perluasan Pelabuhan Benoa. Terutama dari sektor lingkungan hidup adil

“Ada apa dengan Kementerian Lingkungan Hidup?. Kami berharap Pemerintah baru di Bali arif dan bijaksana dalam menyikapi Teluk Benoa. Atas dasar keadilaan kalau perlu di Benoa dilakukan moratorium menjadi kawasan Konservasi dengan segala peraaturan. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kebakaran 

Berita Terkait

Gudang Pakan Ternak Dilalap Api

Megapolitan

Mobil Pemadam Minim, Kebakaran Masih Jadi Momok

Banten Raya

Ledakan di Mal Kuching, Tiga Orang Tewas, Puluhan Terluka

Internasional

Ledakan di Depan Pabrik Kimia, 22 Orang Tewas

Internasional

Kebakaran Belum Padam, Harapkan Hujan Turun

Internasional

Si Jago Merah Ngamuk, Rumah dan Isinya Ludes

Nusantara

IKLAN