X CLOSE Laporan Kinerja DKPP
Rabu, 19 Desember 2018 01:19 WIB

makanmakan

Selera Kebangsaan di Meja Havelaar

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Nuansa sejarah kebangsaan dan NKRI kini hadir di Kedai Havelaar yang bertempat di JL Boulevard Raya blok QJ 3 No 24 Kelapa Gading. Nama kedai tersebut mengambil filosofi dalam novel Mac Havelaar karya Multatuli

Novel yang rilis di era kolonial ini jadi bahan menyerang pemerintah kolonial Belanda. Di mana puncaknya muncul program politik etis. Kebijakan balas budi meningkatkan taraf hidup masyarakat pribumi karena sudah bekerja keras demi kemakmuran Belada

Kedai havelaar memiliki konsep dengan nuasana khas jogja dengan dekorasi wawasan kebangsaan dan NKRI. “Kami menyajikan makanan yang disukai oleh para pejuang kemerdekaan dan masyarakat pada umumnya,” ungkap Yusephine atau disapa Ibu Lis selaku pemilik Kedai Havelaar.

Konsep kedai tersebut dibuat agar konsumen tidak hanya sekedar datang dan pulang setelah kenyang. Tapi juga bisa menambah value dalam dirinya dengan lebih mengenal sejarah Indonesia, khusunya para anak muda. Itu sebabnya disetiap meja diberi alas berupa koran yang berisi tentang sejarah-sejarah Indonesia.

Pengunjung bisa membaca mengenai pergerakan perusahaan VOC dan pergerakan pahlawan-pahlawan ketika merebut kemenanga.  Jangan membayangkan kondisinya bakal masuk museum perjuangan, dengan tata cahaya yang terang dan pemakaian warna meja-bangku yang cerah, justru jauh dari kesan menjamukan. Ketika memasuki kedai tersebut itu pun akan disambut banyak foto-foto pejuang nasional yang tertempel di dinding di sebelah kiri kanan kedai.

Sebab di era digital ini, banyak anak-anak muda fokus pada ponsel pintar dan mengeksplore aplikasi di dalamnya, sampai kurang mengetahui atau mengeksplore cerita dibalik usaha pahlawan merebut kemerdekaan. Sejarah berdirinya Indonesia, efeknya rasa nasionalisme mulai luntur.

”Bahkan, untuk mendapatkan suasana kebangsaan, lagu-lagu bertema nasionalisme kami putar, sebutlah lagu Bendera-nya Coklat,” tambahnya.

Menu yang tersedia di kedai tersebut beraneka macam dengan menu ciri khas jogja yang kental rasa manis, tapi pembuatannya disini disesuaikan dengan lidah masyarakat Jakarta yang menyukai rasa asin dan pedas

Makanan ala rumahan jawa yang menyehatkan untuk warga yang ingin menjaga kesehatan menjadi kelebihan dari Kedai Havelaar tersebut. ”Kami buka mulai dari jam 5.30 sampai 10.00, karena disekitar sini kalau pagi jarang ada tempat makan yang buka,” ungkap ibu Lis

Kelebihan menu Havelaar ada daging yang empuk. Daging yang masih fresh karena di beli dari pagi hari dari tempat pemotongan sapi, kemudian dibumbui dengan cara khusus, dan menghasilkan daging yang berasa empuk. 

Kedai Havelaar menawarkan berbagai macam menu mulai dari nasi goreng, soto ayam, sayur lodeh dan tongseng.  Salah satu menu yang menjadi favorite dikedai ini adalah Nasi Brongkos, asli dari Jogja Utara, Tempel, Sleman.

Mulai dari orang tua, remaja dan anak-anak menyukai makanan ini, dari segi penampilan hampir sama dengan rawon, hanya yang membedakan dari rasa dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan ini. Bahan yang digunakan pun ada banyak mulai dari daging, sayur-sayuran, kulit belinjo, tahu, kacang polo, santan cair dan pewarna hitam yang menggunakan kluwek yang sebelum dimasak lembek terlebih dahulu kemudian dihaluskan dan setelah itu dimasak kembali untuk menghilangan air dari kluwek tersebut.

Daging yang digunakan pun daging sapi yang didiamkan selama 1 jam dengan nanas terlebih dahulu agar daging terasa empuk ketika dikonsumsi, kemudian dimasak bersama dengan bahan-bahan yang lain.

Tak hanya itu, restoran ini juga terdapat menu makanan kekinian, seperti sate taichan dan es kepal yang sedang digandungi masyarakat, sehingga kedai tersebut tidak hanya menyajikan makanan “tradisional” saja, tapi juga punya menu kekinian.

”Dengan apa yang berkembang diluar sana, kami sudah punya menu andalan, bukan berarti kami alergi makanan kekinian, yang kami lakukan ini justru menjadikan menu tambahan di kedai ini, agar banyak orang yang lebih suka makan disini. Apakah itu orangtua atau anak muda sekalipun,” tutupnya

Soal harga, bisa dibilang kedai ini termaksud terjangkau, harga makanan disini mulai dari Rp 5.000 untuk mendoan atau bakwan, sementara untuk sate Kedai membandrol harga Rp 40.000 sudah termaksud nasi, kerupuk dan teh untuk minum. (cr3)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kuliner #indoposmakan-makan 

Berita Terkait

Kuliner Jadi Salah Satu Pemikat Wisatawan

wisata

Wisata Baru Gading Serpong

Ekonomi

Icip-Icip Citarasa Asia

Jakarta Raya

IKLAN