Rabu, 26 September 2018 10:21 WIB
pmk

makanmakan

Sajian Teh Tradisional

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Kembali mengenang pada masa jaman dahulu kala, teh teko blirik hadir di Kedai Havelaar, dengan nuasana kebangsaan, berbincang hingga makan dan disajikan bersama dengan teh yang disajikan berbeda dengan menggunakan teko blirik menambah suasana nostalgia pada zaman dahulu.

Gelas yang sangat identik dengan minuman hangat, Blirik yang artinya motif lurik sedangkan lurik merupakan motif pakaian berupa garis-garus vertikal yang biasa dikenakan abdi Keraton Jawa.

Banyak yang bilang kalau cangkir blirik dibuat dari seng, tapi yang membuatnya tampak cantik adalah laposan enamel-nya, yaitu lapisan proselen yang ditempel pada material logam, tujunanya supaya perkakas bisa lebih awet, tahan panas, dan tampak menarik.

Sejak dahulu, Indonesia punya kebiasaan minum-minum selepas kerja. Budaya ini diturunkan oleh bangsa Eropa selama menduduki Nusantara. Orang eropa eropa biasa minum dengan tea set, yakni perangkat minum teh yang berdiri dari cangkir, piring tatakan, tutup cangkit, dan teko

Teh Teko Blirik disini pun disajikan dengan menggunakan teh yang berbeda, teh yang digunakan pun adalah teh tubruk khusus yang kemudian diseduh langsung dengan air mendidih, dan disajikan dengan menggunakan wadah yang sesuai dengan takaran. “kami ingin membangkitkan kenangan ke zaman dahulu kala dengan sajian minuman dengan wadah yang seperti ini,” ucap Ibu Lis selaku Pemilik Kedai Havelaar

Dengan harga Rp 15.000, pengunjung dapat merasakan sensasi yang berbeda pada minuman tersebut, ada rasa pahit dengan khasnya teh khusus yang mereka gunakan, bagi yang menyukai manis, disana pun disajikan secara terpisah dengan gulanya. (cr3)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kuliner #indoposmakan-makan 

Berita Terkait

Santapan Si Hijau yang Mungil

makanmakan

Santapan Si Hijau yang Mungil

makanmakan

Variasi Sajian Khas Kanton

makanmakan

Variasi Sajian Khas Kanton

makanmakan

IKLAN