Rabu, 26 September 2018 04:36 WIB
pmk

Headline

Tito: Polri Sipil Berseragam

Redaktur:

SENYUM DULU - Lima Polwan melakukan swafoto, di sela-sela perayan HUT ke-72 Bayangkara, di Istora Senayan, Rabu (11/7). EKO SATIYA HUSHADA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menegaskan, Kepolisian Indonesia (Polri) adalah sipil berseragam. Kapolri mengaku, merasa perlu menegaskan posisi kepolisian tersebut, lewat pelaksanaan HUT ke-72 Bayangkara tahun 2018 ini.

”Tahun ini dilaksanakan secara indoor di Istora Senayan. Ini dimaksudkan untuk memberikan nuansa lain, yaitu nuansa sipil. Karena Polri pada dasarnya adalah institusi sipil yang berseragam,” ujar Tito saat memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan HUT ke-72 Bayangkara di Istora Senayan, Rabu (11/7).

Pernyataan Kapolri ini kemudian mendapat sambutan meriah dari tamu undangan, yang memenuhi Istora Senayan. Pernyataan Kapolri ini memang agak mengejutkan tamu undangan, karena selama ini, berkembang kesan bahwa Polri seakan-akan menempatkan diri sebagai institusi militer. Kesan itu semakin menguat ketika pasukan Brimob disebut-sebut dipersenjatai dengan senjata standart militer. Belum lagi latihan yang digelar layaknya latihan perang.

Menurut Kapolri, selama ini HUT Bayangkara kerap digelar di ruangan terbuka, dengan menggelar aksi parade kekuatan pasukan Polri.  Namun tahun ini dilaksanakan di dalam ruangan. “Ini untuk menegaskan posisi Polri adalah sebagai institusi sipil. Sipil yang berseragam,” tegas Tito.

Selain itu, kata Kapolri, Istora dipilih sebagai salah bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games yang akan dibuka pada 18 Agustus 2018. Memang tampak spanduk-spanduk ucapan selamat hari bhayangkara yang juga memuat promosi Asian Games. Tiga maskot Asian Games Bhinbin, Atung, dan Kaka pun ditampilkan menyambut tamu undangan. ”Istora salah satu veneu utama yang telah direnovasi seperti saat ini kita lihat atas instruksi bapak Presiden,” kata Tito.

Sedangkan waktu pelaksanaan bukan 1 Juli lantaran hampir seluruh anggota polri terlibat dalam operasi Mantap Praja pengamanan Pemilihan Kepala daerah. Presiden Joko Widodo menjadi pembina upacara. Para pejabat tinggi juga terlihat hadir. Seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua Mahkamah Agung M. Hatta Ali. Terlihat pula jajaran menteri kabinet kerja, dan ketua lembaga.

Di kesempatan kemarin, Kapolri Tito juga menyampaikan raihan atas kinerja Polri selama dua tahun belakangan ini. Kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, Tito menyatakan bahwa Polri mengalami kemajuan yang signifikan dalam dua tahun belakangan ini.

“Kemajuan yang signifikan, menurut survey sejumlah lembaga survey. Kini, Polri masuk di tiga besar lembaga yang dipercaya di Indonesia,” kata Kapolri Tito, yang disambut tepuk tangan tamu dan undangan.

Dikatakan, kepercayaan publik terus meningkat dan Polri telah menembus peringkat ketiga untuk institusi yang dipercaya masyarakat.

"Hasil ini mengindikasikan bahwa 82,9 persen warga Indonesia percaya kepada Polri, tertinggi semenjak era reformasi," kata Tito penuh bangga.

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin dalam jumpa pers usai acara bahkan menegaskan, justru sebenarnya polri berada di posisi puncak tingkat kepercayaan masyarakat, jika dilihat dari beban dan tanggungjawab Polri.

“Terima kasih atas dukungan masyarakat,” kata Wakapolri.

Masih menurut Kapolri Tito, hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga antara lain Litbang Kompas pada akhir Juni 2016 menyatakan, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berada di angka 63,2 persen. Perolehan itu kemudian meningkat satu tahun berikutnya di angka 70,2 persen. Perolehan meningkat ke angkat 82,9 persen pada 2018.

Selanjutnya, survei Populi Center pada Agustus 2017 menunjukkan tingkat kepercayaan publik pada Polri di angka 67,6 persen. Demikian pula survei yang dilaksanakan Alvara Research Center pada Mei 2018 yang menyatakan 78,8 masyarakat puas dengan kinerja Polri.

“Hasil survei dari luar negeri yakni The Gallup Organization melalui 2018 Global Law and Order Survey juga mengungkap, bahwa Indonesia berada pada peringkat kesembilan negara teraman di dunia,” kata Tito lagi, yang disambut tepuk tangan tamu undangan.

Sementara, Presiden Joko Widodo yang kemarin menjadi inspektur upacara, menyampaikan pesan penting untuk Polri. Presiden Jokowi menekankan soal pentingnya soliditas di internal Polri.

“Soliditas diperlukan agar Polri siap menghadapi masalah di masa depan. Karenanya, saya menginstrukikan seluruh jajaran Polri agar meningkatkan kinerja, memantapkan soliditas internal, dan profesionalitas Polri dalam memperkokoh diri menghadapi tantangan ke depan," kata Presiden Jokowi.

Ia berharap, agar jajaran Polri memperbaiki setiap kelemahan yang ada, terutama dalam proses penegakan hukum. "Penegakan hukum harus profesional, transparan, dan berkeadilan," tegas Jokowi.

Ia menginstruksikan kepada seluruh anggota kepolisian, agar membuang budaya koruptif demi meningkatkan kepercayaan publik kepada Polri.

Jajaran Polri juga diperintahkan selalu mengedepankan pencegahan serta tindakan humanis dalam menghadapi permasalahan sosial.

Dalam menjalankan tugas di lapangan, Presiden juga minta agar Polri selalu berkoordinasi dengan anggota TNI, bahkan masyarakat.

"Dengan ikhtiar melakukan perbaikan dan meningkatkan soliditas, profesionalisme, Polri bisa menjadi institusi yang dipercaya rakyat," ujar Presiden. (esa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #polri 

Berita Terkait

Perkuat Netralitas Polri Jelang Pilpres 2019

Nasional

Sesat Logika dan Hukum,

Headline

BIN, TNI, dan Polri Harus Netral

Headline

Polri Diminta Turun Tangan

Nasional

Ari Dono Sandang Wakapolri

Nasional

IKLAN