Sabtu, 15 Desember 2018 06:38 WIB

Nasional

Pushidrosal Investigasi Bocornya Pipa Gas Bawah Laut

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal)  melakukan investigasi terkait bocornya pipa gas bawah laut di perairan Banten, kamis (12/7). Kebocoran terjadi pada Senin (9/7) lalu, yang menyebabkan semburan gas bercampur air laut ke permukaan di perairan.

Tim Pushidrosal berjumlah 7 personel,  dipimpin Dan Tim Survei  Mayor Laut (E) Cecep Kurniawan  dengan membawa 4 unit peralatan  survei hidro-oseanografi yang terbaru dan canggih. Peralatan  yang dimaksud pendeteksi bawah air Multibeam Echosounder (MBES), Side Scan Sonar (SSS), Sub Bottom Profilling (SBP) dan Magnetometer.

“Meskipun tim teknis dari PT. CNOOC telah menutup katub pipa jalur gas untuk menanggulangi kebocoran,  Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional  berkewajiban untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Banten serta hasil  investigasi berupa info dan data image pencitraan bawah laut dapat digunakan untuk kepentingan perbaikan pipa,” jelas   Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, di Jakarta, Kamis (12/7).

Kapushidrosal yang juga sebagai  Indonesian Chief Hydrographer  menegaskan bahwa pipa gas bawah laut milik PT. CNOOC tersebut telah digambarkan pada Peta Laut Indonesia (PLI) no 98  dan diterbitkan di Berita Pelaut Indonesia (BPI) pada 2011 silam.

Tim Survei Pushidrosal dengan peralatan yang handal sesuai standard survei IHO diharapkan  akan dapat melakukan pendeteksian  dengan lancar dan sukses sehingga dapat mendeteksi  secara lebih detail di lokasi bocornya pipa yang merupakan jalur suplai gas pembangkit listrik dari PT. CNOOC ke turbin PT. PLTGU Cilegon.

“Tugas  Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional untuk memberikan jaminan  keselamatan dan keamanan pelayaran di seluruh perairan Indonesia,” pungkasnya. (nel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pushidrosal #pipa-gas-bawah-laut-bocor 

Berita Terkait

IKLAN