Jumat, 20 Juli 2018 12:38 WIB
BJB JULI V 2

News in Depth

Karpet Merah Cryptocurrency

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Mata uang virtual (cryptocurrency) sukses menyita perhatian khalayak. Bak magnet, uang kripto menggoda masyarakat (investor) untuk terlibat secara langsung. Menambang untung dari transaksi kripto. Masyarakat terhipnotis dan seakan mengabaikan risiko. Sebagai komoditi dengan tingkat volatilitas tinggi, uang kripto tentu menjanjikan untung besar. Bagitupun sebaliknya, menjanjikan kerugian tidak terperi.

Riuh rendah Investasi kripto belum dilengkapi perangkat hukum. Transaksi dan payung hukum atas uang digital itu belum diatur. Artinya, secara legal formal, lalulintas jual beli uang digital tanpa peranti hukum. Karena itu, kalau investor tejerat kerugian, tidak bisa mengadu pada pemerintah. Alih-alih menuntut ganti rugi.

Meski tanpa aturan jelas, nilai tranaksi uang virtual sangat fantastis. Taruh misalnya, Bitcoin dengan 1 juta member, secara transaksi bisa mencapai Rp 1 triliun per hari. Menilik potensi luar biasa itu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengambil langkah maju. Yaitu menetapkan cryptocurrency sebagai salah satu komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.

Penetapan itu diambil setelah melalui kajian, pertemuan dengan berbagai instansi, lembaga, dan kementerian terkait. Alasan Bappebti, uang digital sebagai komoditas salah satunya karena adanya permintaan dan penawaran begitu besar. Meski telah disahkan sebagai komoditas, transaksi uang digital belum diikuti regulasi turunan. Sehingga secara teknis dan aplikasi masih belum jelas. Disebut-sebut, regulator bakal mengatur dengan aturan ketat. Salah satunya, akan diterapkan pemisahan rekening dana nasabah dengan milik perusahaan. Keputusan itu diambil setelah Bappebti melakukan kajian selama empat bulan terakhir. Berdasar hasil kajian itu, kripto layak dikategorikan atau dikelompokkan sebagai komoditi. Setidaknya ada tiga alasan cryptocurrency diatur dalam aturan itu dan masuk sebagai komoditas bursa berjangka. Pertama, mata uang kripto merupakan produk tidak diintervensi pemerintah, melalui pemberian subsidi. Lalu kedua mata uang digital merupakan produk berjangka bersifat volatil. Ketiga, cryptocurrency memiliki supply (penawaran) dan demand (permintaan) cukup besar. Masuk kategori komoditas bursa berjangka.

Selanjutnya, Bappebti akan membuat peraturan lebih lanjut atas penetapan kripto sebagai komoditi. Misalnya, soal perusahaan exchanger, wallet dan mining. Peraturan turunan itu akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga seperti Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Peraturan itu juga mengatur soal upaya mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme atau kejahatan lain melalui kripto. Bappebti juga meminta bursa kripto exsisting seperti Indodax atau komunitas kripto lain untuk membuat proposal berisi spesifikasi kontrak atau produk, dan mekanisme perdagangan.

Spesifikasi produk atau kontrak antara lain mencakup informasi jenis kripto apa yang diperdagangkan dan fraksi harga atau tick size. Sedang tata tertib perdagangan antara lain mencakup jam perdagangan dan mekanisme penyelesaian perselisihan bila ada persoalan antara pengelola dan investor atau nasabah.

Kepala Biro Pengawasan dan Pengembangan Pasar Beppebti, Dharma Yoga mengatakan, kripto sebagai subjek komoditas dapat diperdagangkan, masih dalam tahap rencana. ”Kita belum kasih izin. Pakai jalan sendiri-sendiri,” tutur Yoga saat dihungi INDOPOS di Jakarta, Jumat (8/6).

Ia menambahkan, pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut. Selain itu menurutnya, kebijakan baru untuk media melalui media kontrol seketaris Bappebti. INDOPOS kemudian mencoba menghungi, Nusa Eka terkait informasi publik Bappebti. Namun, yang bersangkutan belum ada direspon.

Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adinegara menyebut langkah menjadi awal perkembangan mata uang virtual di Indonesia. Ia memperkirkan keputusan Bappebti itu akan menambah jumlah investor baik luar dan domestik untuk masuk. ”Langkah ini meniru pasar future trading Chicago, Amerika dan Jepang. Artinya, Indonesia termasuk sedikit negara yang memfasilitasi perdagangan mata uang kripto,” tukas Bhima.

Kalau keputusan itu bisa dilakukan bilang Bhima, diprediksi akan banyak perusahaan kripto lokal melakukan initial coin offering (ICO). Bukan tidak mungkin menurut Bhima uang digital dipakai sebagai instrumen transaksi keuangan seperti transaksi e-commerce, sistem pembayaran, dan pinjam meminjam.

Meski begitu, Bhima mengingatkan pentingnya peran Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Terutama menyangkut regulasi tegas tegas, jelas, dan pengawasan lebih baik. ”Jangan sampai ada kripto ilegal atau penipuan investasi atas nama cryptocurrency. Harus dipastikan supaya transaksi kripto tidak mengandung unsur money laundry, tax evasion atau transaksi kriminal lainnya,” imbuhnya.

Bhima menyebut tidak sedikit manfaat dari cryptocurrency. Misalnya, efisiensi biaya transaksi. Transfer dengan Bitcoin antarnegara rata-rata secara administrasi biayanya mendekati nol rupiah. ”Jelas lebih menguntungkan dibanding transaksi via perbankan dengan biaya administrasi  masih mahal,” tukas Bhima.

Karena itu himbau Bhima, dibanding langsung melarang dan untuk mendukung transaksi Bitcoin di bursa berjangka, harus ada kesamaan persepsi diantara regulator. Sebaiknya, BI melakukan pengaturan. Misalnya, transaksi Bitcoin harus terdaftar pada platform khusus. Platform itu harus dengan izin dan stempel BI. ”Artinya, semua transaksi Bitcoin bisa tercatat dan terkontrol oleh regulator,” usulnya.

Problemnya, sambung Bhima saat ini transaksi Bitcoin seakan liar tanpa izin dan pengawasan dari regulator. Padahal, di Jepang pemerintah justru mengizinkan toko ritel menerima pembayaran melalui Bitcoin. Setidaknya, terdapat 4.500 toko menerima pembayaran Bitcoin. ”Sejauh ini tidak ada masalah. Pemerintah Jepang tengah membuat cryptocurrency sendiri,” terangnya. (dai)

Jejak Awal Bitcoin

- Awal Bitcoin terbentuk pada 2007. Terdaftar sebagai mata uang pada 18 Agustus 2008, yakni tepat 3 hari setelah kemunculan klaim paten mengenai penciptaan konsep Bitcoin oleh Neal Kin, Vladimir Oksman, dan Charles Bry.

- Pada 6 November 2010, Bitcoin menembus angka USD 1 Miliar di MtGox, pasar yang memuat seluruh transaksi cryptocurrency.

- Efeknya, Bitcoin mulai diterima di mana-mana. Milestone terkenal sejarah Bitcoin yaitu transaksi pizza di dunia nyata seharga 10 ribu BTC pada 22 Mei 2010. Itu sukses melambungkan nama Papa’s Specialty, brand penyedia pizza termahal dunia.

- Produk-produk dunia nyata berikutnya juga mulai mengikuti, bahkan hingga kaos kaki pun dibeli menggunakan Bitcoin.

- Selain itu, WordPress, mulai menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran hosting sah pada 15 November 2012.

- Eksposur di berbagai media meningkat pesat, termasuk pada acara talkshow yang dipandu Adam Levine pada 17 Maret 2013.

 

Gejolak Bitcoin

-Terlepas nilainya seolah-olah terus naik, Bitcoin pernah mengalami penurunan nilai hingga USD 0.06 per BTC sebelum naik perlahan pada 7 Oktober 2010.

-Pada 30 Agustus 2011, Bitcoin sempat mengalami penurunan nilai mata uang, yang untungnya dapat disesuaikan pada blok transaksi 143,136.

-Tidak berhenti sampai di situ, Bitcoin juga sempat “musuhan” dengan Paypal pada 4 Juni 2011, di mana transaksi Bitcoin dihentikan karena terindikasi fraud.

-Tambahannya, Bitcointalk.org, situs yang menyimpan data pengunjung dan nasabah Bitcoin, juga pernah mengalami masalah hacking pada 2 Oktober 2013.

 

Target Peredaran Bitcoin

-Jumlah peredaran Bitcoin tidak sebanding dengan mata uang konvensional yang sudah terlebih dahulu dikenal masyarakat luas.

-Target peredaran 21 juta Bitcoin hingga 2024.

-Jumlah itu berbanding terbalik dengan jumlah peredaran mata uang lain yang jumlahnya hingga triliunan atau biliunan rupiah.

-Di Indonesia, jumlah Bitcoin sangat terbatas, yakni kurang dari 10 Miliar per tahun.

-Peminat yang banyak memunculkan permintaan semakin mendesak. Di satu sisi jumlah terbatas membuat Bitcoin terus menerus berproduksi dan meningkatkan harga jual.


TOPIK BERITA TERKAIT: #karpet-merah-cryptocurrency 

Berita Terkait

Tanpa Regulasi, Pasar Digital Aset Luar Biasa

News in Depth

Tanpa Underlying Aset, Uang Digital Rawan

News in Depth

OJK Tetap Hanya Akui Rupiah

News in Depth

BI Tolak Uang Virtual

News in Depth

Pelaku Usaha Respon Positif

News in Depth

IKLAN