Sabtu, 15 Desember 2018 07:14 WIB

News in Depth

Pelaku Usaha Respon Positif

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Bagamana respon pelaku pasar terhadap kebijakan Bappebti? CEO Indodax Oscar Darmawan menyambut positif langkah Bappebti menetapkan cryptocurrency sebagai salah satu komoditas yang diperdagangkan di bursa berjangka. Oscar menilai tindakan Bappebti sudah sangat wajar. Itu mengingat Bappebti mengikuti Commodity Futures Trading Commission (CFTC) di Amerika Serikat. ”Menurut saya itu hal wajar, Bappebti kan mengikuti CTFC yang telah melegalkan perdagangan berjangka Bitcoin,” tutur Oscar ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (8/6).

Menyusul perdagangan berjangka Bitcoin itu lanjutnya, akan membantu memberi perlindungan harga. Terutama harga dari orang yang melakukan transaksi di pasar fisik. ”Menurut saya itu positif. Ada pasar berjangka membuat perlindungan customer terhadap fluktuasi Bitcoin semakin baik,” tukasnya.

Oscar menyebut, langkah ini juga dapat mengatasi masalah yang kerap terjadi di bursa mata uang kripto yakni volatilitas harga. Keputusan itu menjadi petunjuk dan kepastian arah dan perkembangan industri uang digital di pasar dalam negeri.

Sebelumnya, Oscar menjelaskan member di Bitcoin Indonesia tercatat 1,1 juta orang. Aktivitas member itu, setiap hari bisa melahirkan nilai transaksi sejumlah Rp 1 triliun. Saat ini Indodax sudah masuk dalam coinmarketcap peringkat 50 besar. Sekadar informasi, Bitcoin Indonesia sebuah marketplace yang mempertemukan pembeli dan penjual yang bertransaksi dengan token cryptocurrency. Bitcoin Indonesia tidak hanya menjual bitcoin tetapi ada sekitar 22 uang kripto yang dipajang di Indodax. Misalnya, Ethereum, Litecoin hingga Ripple. Kata Oscar ada sekitar 1.508 digital aset di seluruh dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 529 miliar. Namun, dari 1.508 itu tidak seluruhnya aset digital bersih dari regulasi. ”Ada aset digital bermasalah. Misalnya, beririsan dengan multilevel marketing (MLM), saham. Karena itu, kalau berminat masuk ke digital asset, harus benar-benar dipelajari. Jangan sampai terjebak pada aset yang bermasalah,” ingatnya.

Bitcoin dikembangkan pada 2009. Namun, pada pengujung Agustus 2013 nilai total Bitcoin yang beredar sudah melebihi USD 1,5 miliar dengan total transaksi pertukaran bernilai jutaan dolar setiap hari. Pada 2014 lalu, yakni dengan memperhatikan Undang-undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU No 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang No 6 Tahun 2009, Bank Indonesia (BI) menyatakan Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya. Segala risiko terkait kepemilikan/penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik/pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya. (dew)

Mata uang virtual (cryptocurrency) paling terkenal di dunia saat ini Bitcoin. Bitcoin (BTC) merupakan uang kripto pertama hasil pemikiran seorang (atau sekumpulan) developer menyebut diri Satoshi Nakamoto pada 2009 silam. Selain Bitcoin, ada banyak uang digital beredar di dunia. Pada November 2017, tidak kurang dari 1.300 uang virtual.

Berikut 10 Cryptocurrency Kapitalisasi Pasar Terbesar

1. Bitcoin (BTC) kapitalisasi pasar USD 105 miliar

2. Ethereum (ETH) berkapitalisasi USD 44 Miliar

3. Ripple (XRP) dengan kapitalisasi USD 18,6 miliar

4. Bitcoin Cash (BCH) sebesar Rp 12,6 Miliar

5. EOS (EOS) dengan marketcap USD 7,1 miliar

6. Litecoin (LTC) senilai USD 4,5 Miliar

7. Stellar dengan kapitalisasi pasar USD 3,6 Miliar

8. Cardano kapitalisasi market USD 3,4 Miliar

9. IOTA (MIOTA) dengan kapitalisasi pasar USD 2,7 Miliar

10. Tether sejumlah USD 2,7 Miliar


TOPIK BERITA TERKAIT: #karpet-merah-cryptocurrency 

Berita Terkait

Tanpa Regulasi, Pasar Digital Aset Luar Biasa

News in Depth

Tanpa Underlying Aset, Uang Digital Rawan

News in Depth

OJK Tetap Hanya Akui Rupiah

News in Depth

BI Tolak Uang Virtual

News in Depth

Karpet Merah Cryptocurrency

News in Depth

IKLAN