Jumat, 20 Juli 2018 12:27 WIB
BJB JULI V 2

News in Depth

Tanpa Underlying Aset, Uang Digital Rawan

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Uang virtual mendapat karpet merah di kalangan para investor. Bappebti telah mengambil langkah taktis dengan menetapkan cryptocurrency sebagai salah satu komoditas di bursa berjangka.

Namun, menurut pengamat ekonomi Piter Abdullah Bappebti mengakui sebatas komoditas. Sehingga masyarakat diimbau tidak menyalahartikan. ”Karena diakuinya bukan sebagai mata uang tetapi sebatas komoditas. Bahkan, BI telah melarang Bitcoin dijadikan mata uang," tegasnya.

Disebutkan, nilai cryptocurrency atau uang virtual sejauh ini tidak memiliki penjamin serta tanpa bentuk fisik. Sehingga ketika kehilangan kepercayaan dari masyarat, otomatis bakal menjadi kerugian pribadi. ”Nilai uang itu merupakan kepercayaan masyarakat. Bila kepercayaan terhadap nilai bitcoin hilang. Maka dipastikan tidak lagi berharga,” sambungnya.

Piter mencontohkan, sangat berbeda dengan uang kertas lembaran Rp 100 ribu lama. Ketika sudah tidak berlaku lagi di masyarakat. ”Maka bisa ditukarkan ke BI, karena. Karena mereka merupakan penjaminnya. Sementara di bitcoin tidak ada seorang pun yang berani menjamin,” imbuhnya.

Hal senada diungkap pengamat ekonomi Ichsanudin Noorsy. Ia bilang uang virtual tidak memiliki penjamin jelas. Bitcoin pada hakekatnya uang digital yang dikonversi ke rupiah dan dolar. ”Saat ini, satu bitcoin nilainya Rp 106 juta, terendah di kisaran Rp 103 juta dan tertinggi pernah Rp 133 juta,” bebernya.

Penentuan nilai Bitcoin terhadap rupiah dan dolar sendiri tidak jelas. Pengaturannya, lebih kepada suka-suka para penciptanya. Sehingga tidak memiliki penjamin. ”Ini berbeda dengan saham. Meski saham harganya bisa jatuh tetapi mereka memiliki penjamin,” imbuhnya.

Latar belakang Bitcoin bilang Ichsanudin, merupakan salah satu wujud orang-orang berduit, tetapi tidak ingin diatur ketentuan keuangan dunia. Dan, rata-rata tidak tunduk terhadap aturan formal.

Ichsanudin menyebutkan, dari info berkembang, sesungguhnya banyak uang hasil korupsi digunakan untuk bermain-main Bitcoin. Dengan begitu, tidak menjadi beban bagi para pemain diinternalnya. ”Ya, dari pada pusing, enak main Bitcoin lebih aman dan mudah,” tutupnya sambil tertawa. (asp)


TOPIK BERITA TERKAIT: #karpet-merah-cryptocurrency 

Berita Terkait

Tanpa Regulasi, Pasar Digital Aset Luar Biasa

News in Depth

OJK Tetap Hanya Akui Rupiah

News in Depth

BI Tolak Uang Virtual

News in Depth

Pelaku Usaha Respon Positif

News in Depth

Karpet Merah Cryptocurrency

News in Depth

IKLAN