Senin, 20 Agustus 2018 02:29 WIB
pmk

Megapolitan

Warga Minta Aparat Tindak Tegas Peternakan Maggot yang Tak Berizin

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan peternakan Maggot (belatung) di RPH Bubulak rupanya memancing reaksi berbagai pihak. Para mahasiswa yang tergabung Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Bogor pun unjukrasa di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (20/7).

Ketua Umum HMI-MPO Bogor Lutfi Pratama mengatakan, pencemaran lingkungan yang dialami warga 02 Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat menjadi catatan khusus bagi Pemkot Bogor. Sesuai PP Nomor 27 tahun 1999 tentang Amdal, merupakan kajian penting dalam pengambilan keputusan suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan di lingkungan tertentu, yang menjadi pertimbangan soal izin usaha atau kegiatan.

”Kalau Amdal saja tidak punya, lantas bagaimana bisa beroperasi? Untuk kasus peternakan belatung di RPH Bubulak, hasilnya jelas, warga terkena dampak, bau busuk yang menyengat sampai gatal-gatal akibat menggunakan air yang tercemar limbah peternakan itu,” katanya kepada Metropolitan (INDOPOS Group).

Pihaknya pun mendorong pemkot melalui DLH,  untuk cekatan dalam menindak tegas pengusaha yang beroperasi tanpa izin, apalagi perusahaan sampai merugikan masyarakat dengan mencemari lingkungan. Intinya, mereka meminta pemkot menutup perusahaan yang belum menyelesaikan administrasi.

Selain itu, HMI-MPO Bogor pun menekan pemkot agar menindak tegas oknum pegawai dinas yang ikut bermain dalam memberikan izin operasi pada peternakan belatung tersebut dan mengusut tuntas oknum dalam dugaan mafia perizinan di DLH Kota Bogor

”Pengusaha nakal ini harus ditindak, peternakan belatung di Semplak itu kan bodong, belum punya Amdal, ya tindak saja, tutup sekalian. Merusak ekosistem lingkungan kota saja. Kan jadi preseden buruk juga buat pemkot, pengusaha nakal dibiarkan operasi, sampai merusak lingkungan,” imbuhnya.

Hingga kini, peternakan belatung itu masih saja beroperasi. Akibatnya, hingga kini warga RW 2 Kelurahan Semplak masih mencium bau busuk dari peternakan milik PT STF yang dinyatakan belum mengantungi izin Amdal tersebut.

Pada pertemuan dengan muspika dan warga akhir pekan lalu, PT STF berjanji akan menghentikan kegiatan produksi untuk sementara hingga akhir masa panen.

Kabid Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan DLH Kota Bogor, Daden Hidayat membenarkan, hingga kini peternakan yang sudah beroperasi sejak enam bulan lalu itu belum merampungkan izin Amdal.

Sejak disidak pada Kamis (12/7) lalu, pengelola peternakan belatung itu berjanji bakal merampungkan izin secepatnya. Namun hingga kini belum juga rampung. ”Belum. Masih melengkapi persyaratan. Waktu itu kan tujuh hari setelah sidak. Kami deadline Senin nanti,” kata Daden.

Meski begitu, Dia mengklaim pihak peternakan masih memilik itikad baik dengan mengurus proses perizinan. ”Kemarin juga sudah bulak-balik. Melengkapi berkas. Kalau masih bandel juga ya ada peringatan lagi,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Depok Hery Karnadi mengatakan bakal mengambil tindakan tegas kepada peternakan tak berizin itu bila sudah ada tindakan awal dari dinas teknis, namun tidak diindahkan. Sebab tindakan awal tetap dilakukan pada dinas teknis terkait, dalam hal ini DLH Kota Bogor. (ryn/b/els/jpc)


TOPIK BERITA TERKAIT: #izin-usaha #pencemaran-lingkungan 

Berita Terkait

IKLAN