Kamis, 13 Desember 2018 10:38 WIB

Indotainment

Serendipity, Potret Kekejaman Bullying

Redaktur:

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Penantian pembaca cerita Serendipity menikmati cerita lebih menyentuh akhirnya kesampaian. cerita yang main bikin baper dan tentunya lebih menghibur ini diangkat melalui layar lebar berjudul Serendipity.

Film yang rilis esok hari  (hari ini.red) di bintangi aktor tampan Maxime Bouttier, Mawar Eva De Jongh dan Kenny Austin.  ”Film ini mengangkat isu bullying. Semua masih melihat konsekuensi dan aksi reaksi korban bullying. Menuru saya, film ini sangat menarik karena seperti realitas sama zaman sekarang,” kata Maxime Bouttier,” ujar Maxime Bouttier.

Maxime mengatakan, cerita ini bermula dari amarah besar Arkhan mengetahui  pekerjaan  sang pacar, Rani sebagai teman kencan untuk pria dewasa. Namun, muncul Gibran, anak baru di sekolah Rani. Gibran justru bisa menerima pekerjaan sang pujaan hagi, serta membuat ia kembali bersemangat menjalani hidup.

”Selang beberapa lama, Gibran mengungkapkan isi hati pada Rani, meski Rani sulit melupakan Arkan, karena dia mencintai pria tersebut dengan tulus. Diselingi oleh tingkah konyol Gibran sebagai orang periang dan bebas,” katanya.  

Selain menampilkan sisi asmara,  Serendipity menampilkan sisi komedi . Film ini juga memperlihatkan keindahan wisata Kawah Putih, di daerah Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.  “Ada banyak sisi menarik yang bisa dieksplor dari karya novel Erisca (Febriani,” ungkap Indra Gunawan, sang sutradara.

Indra Gunawan sebagai sutradara menyadari bahwa menggarap film untuk remaja, juga tidak mudah. Ia harus memahami dan karakter anak muda zaman now. Begitu juga Ipang Lazuardi sebagai pelantun original soundtrack (OST) film, Mau Tahu, harus meluangkan waktu mengamati anak-anak sekolah di depan rumahnya dan melihat bagaimana anak-anak milenial jatuh hati, mengungkapkan cinta sampai harus bersedih saat patah hati. Usaha yang sangat keras, dan berhasil baik, dan bisa disaksikan melalui film dan video klip serta lagu OST tercipta.

”Dan kalau banyak adegan yang bikin terbawa perasaan (baper) karena memang memungkinkan adegan-adegan mellow dan sangat romantis bisa dibuat,” terangnya.

Sementara itu  Bagi Mawar Eva deJongh, Serendipity tetaplah film pertama yang menempatkannya sebagai pemeran utama. Perannya sebagai Rani dianggap sangat istimewa. Itu sebabnya, ia berterima kasih kepada sutradara Indra Gunawan yang telah memberinya kepercayaan.

“Di Serendipity ini saya pertama kali mengeksplorasi karakter Rani lebih leluasa. Saya berharap apa yang saya lakukan bisa diterima penonton. Karena tidak mudah menghidupkan karakter yang hidup di novel, disuka, bahkan dipuja seperti Rani, harus saya interprestasi melalui pemahaman yang diberikan sutradara, pelatih akting dan improvisasi seorang Mawar Eva deJongh,” ucap Mawar merendah. (cr3)


TOPIK BERITA TERKAIT: #serendipity 

Berita Terkait

IKLAN