Selasa, 16 Oktober 2018 12:11 WIB
pmk

Nusantara

Gempa 6,2 SR, Ratusan ASN Pemprov Bali Lari Kocar-kacir

Redaktur: Ali Rahman

Sejumlah pegawai ASN di Lingkungan Pemprov Bali berkumpul di ruang terbuka pasca gempa Kamis (9/8/2018). Foto: Zulfika Rahman/jpg)

INDOPOS.CO.ID - Ratusan pegawai Apratur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemprov Bali berlari kocar-kacir begitu gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) terjadi Kamis (9/8/2018) pukul 13.25 WITA atau pukul 12.25 WIB.

Para ASN tersebut berhamburan keluar ruangan untuk mengantisipasi adanya runtuhan material bangunan yang terjatuh dan menimpa korban.

Bahkan, rapat untuk membahas draft kerjasama empat pemerintah daerah yakni Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) tentang pasokan sampah TPA Suwung terpaksa dihentikan.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra yang baru berjalan 30 menit langsung berhenti lantaran seluruh peserta rapat kocar-kacir meninggalkan ruangan dan gedung Wisma Sabha demi demi menyelamatkan diri mereka.

"Takut karena gempanya lumayan besar. Takut kejadian seperti di Lombok," ujar salah seorang ASN di Lingkungan Pemprov Bali, I Nyoman Witari di Bali, Kamis (9/8/2018).

Namun, 15 menit usai gempa, sejumlah pegawai kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan.

Meskipun rapat pembahasan kerjasama Pemda Sarbagita untuk membahas TPA Suwung kembali dilanjutkan. Namun para perserta rapat tetap was was. "Tetap was-was juga," ujar salah seorang peserta rapat, Ketut Arnawa. (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asn-pemprov-bali #gempa-di-bali 

Berita Terkait

IKLAN