Senin, 20 Agustus 2018 04:15 WIB
pmk

News in Depth

Sepelekan Alergi, Bisa Fatal Akibatnya

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Penyakit alergi kerap diremehkan oleh masyarakat. Karena banyak yang menganggap sebagai penyakit biasa. Padahal alergi dapat menimbulkan ancaman lebih besar bila dibiarkan dan tidak ditangani dengan tepat.

Gejala alergi terkadang muncul dalam manifestasi gangguan kesehatan yang tak seberapa berat, seperti pilek dan bersin serta gatal. Tapi, ada kalanya juga, gejala alergi muncul dalam bentuk yang parah hingga mengancam nyawa. Gejala alergi seperti itu dinamakan anafilaksis. Mengenali gejala anafilaksis menjadi sangat penting agar penderita alergi dan orang sekitarnya bisa segera memberi pertolongan sehingga tidak terjadi hal yang fatal seperti kematian.

Ahli dari Divisi Alergi Immunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Dr dr Iris Rengganis, Sp PD KAI, dalam media edukasi  'Jangan Abaikan Alergi', beberapa waktu lalu mengatakan, untuk mengatasi alergi diperlukan  penanganan yang tepat sehingga tak menjadi beban dan menimbulkan penyakit lain yang lebih berbahaya.

Alergi tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memicu penyakit lain dari mulai yang kronis semisal asma, hingga yang bersifat fatal dan mematikan seperti anafilaksis syok atau Steven Johnson Syndrome yang timbul akibat alergi pada obat. Alergi juga dapat menimbulkan beban dan biaya yang besar bagi pasien apabila tidak melakukan penanganan yang tepat.

Dalam pengelolaan penyakit alergi, penderita dapat melakukan berbagai upaya mulai dari menghindari pemicu alergi (alergen),  mencari dan mendapatkan informasi tentang alergi lewat kegiatan edukasi dan penyuluhan, mendapat pengobatan yang tepat atau bahkan terapi kekebalan (immunoterapi).

Alergi merupakan suatu reaksi menyimpang dari tubuh berkaitan dengan peningkatan kadar imunoglobulin E (Ig E) yang merupakan suatu mekanisme sistem imun.  Alergi adalah penyakit atau kelainan yang tidak menular tetapi kecenderungan seseorang mengalami alergi akan dipengaruhi dua faktor yaitu genetika (keturunan) dan lingkungan sebagai faktor eksternal tubuh. Hal itu merupakan salah satu penjelasan mengapa terjadi peningkatan peluang mendapat alergi.

Kata alergi sesuatu yang sangat familiar bagi manusia. Mulai dari bayi sampai orang tua pernah kena yang namanya alergi. Bahkan dunia kedokteran pun mengakui kalau alergi adalah penyakit yang sangat umum karena semua orang pasti bisa kena.

Hal itu seperti diutarakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesejatan, Untung Suseno Sutarjo, di kantornya, Kamis (9/8).

Bahkan untuk mengatasi alergi selama ini masyarakat pada umumnya cenderung merasa mudah mendapatkannya. “Kadang tuh masyarakat  awam kalau lagi gatal gatal misalnya, dia langsung berpikir oh saya alergi ini, saya alergi itu. Secara awam bisa menyimpulkan sendiri,” terangnya.

Karena masalah alergi ini sangat umum sekali, sehingga masyarakat acap kali menganggap sepele dan tidak dianggap sesuatu hal yang berbahaya. Akan tetapi sebenarnya apabila tidak tepat penanganannya memang bisa menimbulkan hal fatal yang di luar perkiraan. “Jenis alergi kan sangat banyak sekali, untuk menjelaskan sangat panjang. Akan tetapi ketika kita ke dokter lalu ditanya kenapa si pasien menjelaskan lalu kesimpulan kadang tak jarang datang dari pasien itu sendiri. Karena demikian masyarkat pada umumnya menganggap enteng,” katanya.

Selama ini langkah yang dilakukan pemerintah sangat sederhana. Lewat puskesmas dan rumah rumah sakit himbauan agar tidak menganggap sepele alergi selalu terpampang lewat poster yang dipasang. Selain itu, masalah alergi sudah ada di mata pelajaran tingkat sekolah dasar pertama, sehingga masyarakat mudah melakukan deteksi dini untuk masalah alergi.

“Kalau edukasi seingat saya memang waktu di bangku sekolah sudah ada. Saya waktu SMA sudah dapat edukasi masalah alergi. Mata pelajaran biologi,” terang Untung.

Dia juga mengatakan himbauan ke masyarakat kalau ada alergi maka tubuh akan menolak reaksi alergi. “Mencegahnya mudah menghindari hal yang menyebabkan alergi tadi,” katanya.

Secara spesifik dia mengatakan tidak memberikan edukasi khusus, karena alergi bukan penyakit kelainan melainkan umum. “Reaksi dari alergi juga memang kadang ada yang sampai pingsan akan tetapi sangat mudah untuk mendeteksi nya, karena alergi bukan penyakit yang seperti hipertensi atau yang lainnya,” pungkasnya. (nel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #penyakit-alergi 

Berita Terkait

Jika Dilanggar Akan Berekses Tidak Bagus

News in Depth

Konsumsi Vitamin dan Buah, hingga Konsultasi ke Dokter

News in Depth

IKLAN