Senin, 20 Agustus 2018 04:16 WIB
pmk

News in Depth

Jika Dilanggar Akan Berekses Tidak Bagus

Redaktur:

PENGOBATA N-Seorang anak tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit, beberapa waktu lalu. Anak-anak dinilai menjadi salah satu yang paling rentan terhadap serangan alergi. Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Beberapa orang di dunia terlahir dengan macam-macam kondisi tubuh. Ada yang yang terlahir dengan alergi tertentu. Mulai dari alergi ringan hingga alergi yang saat dilanggar bisa berakibat fatal. Lalu, apa saja hal yang dapat membuat alergi jadi semakin buruk.

Alergi merupakan bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun sebenarnya tidak. Saat tubuh pertama kali berpapasan dengan sebuah alergi, tubuh akan memproduksi antibodi karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. kualitas kehidupan anak adalah rinitis. Salah satubalergi yang rentan mengintai anak-anak adalah rinitis. Rinitis merupakan radang selaput hidung yang biasanya disebabkan oleh common colds atau flu dan alergi.  Di Indonesia, prevalensi rinitis mencapai 24,3 persen. ''Dalam kasus yang akut, anak dengan rinitis dapat berpotensi mengalami gangguan penyakit penyerta (komorbiditas) lainnya seperti asma, pembesaran tonsil, dan infeksi telinga atau otitis. Penyakit rinitis apabila dibiarkan akan mempengaruhi tumbuh kembang optimal anak, terutama jika rinitis yang dialami berkembang menjadi rhinosinusitis dan komorbiditas lainnya,'' ungkap dr Darmawan Budi Setyanto Sp A (K).

Rinitis sangat berpotensi mengganggu karena anak menjadi rewel dan sulit tidur, sehingga menyebabkan kualitas tidur anak dan orang tuanya.  Meskipun tidak tergolong sebagai penyakit yang mematikan,  rinitis dapat mengurangi produktivitas dan kualitas hidup keluarga, sekaligus berpotensi menimbulkan beban ekonomi tambahan. ''Dalam menangani rinitis, anak perlu diberikan terapi yang komprehensif, dalam bentuk terapi oral dan terapi topikal. Salah satu cara untuk menangani gejala hidung tersumbat adalah dengan diberikannya terapi topikal yang dapat secara singkat (kurang dari 10 menit), langsung memberikan efek hidung lega pada anak melalui pemberian oxymetazoline drop,'' ungkap Prof Chua H Antonio.

Alergi sebenarnya ada berbagai macam. Yang pertama, alergi makanan. Makanan seperti kacang, seafood, susu, dan gandum mengandung alergen yang memicu alergi. Untuk merespon nutrisi yang masuk, sistem imun berperan besar dalam mencerna setiap kandungan yang terdapat pada makanan yang dikonsumsi. Setiap orang memiliki sistem imun yang berbeda-beda, dan banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk meresap alergen yang terdapat pada makanan. Ketika alergi makanan menyerang, seseorang sering mengalami gatal pada kulit, eksim, ruam, bengkak, dan kemerahan.

Gatal-gatal ini sering terjadi pada lengan, kaki dan sendi. Jika merasa gatal seluruh tubuh setelah makan sesuatu dan tubuh berubah menjadi merah, jangan mengabaikan tanda-tanda ini.

Kemudian, ada alergi debu. Jika sering bersin disertai hidung dan mata yang kemerahan, hidung berair (meler), nyeri wajah serta gatal pada bagian hidung, langit-langit mulut dan tenggorokan, bisa jadi seseorang itu menderita alergi debu. Reaksi akibat alergi debu dapat dicegah atau diminimalisir dengan membersihkan secara rutin berbagai perabotan, karpet dan lantai di rumah, mencuci seprai, hindari penggunaan selimut dari wol dan gunakan furniture yang mudah dibersihkan.

Dalam dunia medis, alergi udara dikenal sebagai urtikaria yang menyebabkan kulit seseorang menjadi kemerahan ketika terinfeksi. Gatal, dan menderita bentol menjadi gejala alergi udara. Untuk mencegahnya, hindari perubahan udara yang terlalu drastis dan berikan kulit waktu untuk beradaptasi. Jika keadaan sudah sangat mengganggu, segera kunjungi dokter.

Selanjutnya, ada alergi terhadap bahan pakaian tertentu. Kalau mengalami gatal dan kemerahan yang tak disebabkan makanan atau udara, bisa jadi pakaian adalah masalahnya. Sebelum membeli pakaian, sebaiknya cermati perbedaan yang terdapat di berbagai material pakaian. Bahan natural seperti katun, sutra dan linen mengandung bahan yang lebih mengundang alergen dibanding material sepeti nylon dan spandex. 

Ada juga alergi terhadap Kosmetik. Kosmetik merupakan salah satu kebutuhan utama yang dimiliki oleh para perempuan. Tapi, tak jarang orang alergi terhadap jenis atau produk kecantikan tertentu yang akan menyebabkan gejala bengkak pada bagian yang telah diaplikasikan makeup atau produk skin care. Hal utama  yang harus diperhatikan tentu adalah kandungan produk yang digunakan, dan seperti yang diketahui, jenis kulit sensitif mungkin memiliki lapisan epidermis yang lebih rentan dibanding kulit lain. Pastikan juga produk mendapat izin resmi dari BPOM, agar lebih aman.

Kemudian ada juga alergi obat. Alergi obat adalah reaksi alergi dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap obat-obatan tertentu. Alergi ini bukan berarti efek samping dalam mengkonsumsi obat. Reaksi pada alergi ini di antaranya gatal dan bentol-bentol pada kulit, hidung beringus, batuk, demam, sesak nafas dan terjadi pembengkakan. Untuk menanggulangi alergi ini yakni dengan cara menghindari obat yang memberikan risiko alergi, jika sudah parah segera ke dokter untuk diberi suntikan.

Jenis alergi lainnya yakni alergi terhadap bulu Hewan. Bagi sebagian orang bulu binatang bisa menjadi pemicu timbulnya alergi. Penderita alergi akan terkena gejala-gejala seperti batuk-batuk, bersin, asma, gatal-gatal, kulit kemerahan, mata gatal dan berair. Bila mempunyai gejala alergi terhadap hewan peliharaan, sebaiknya hindari hal-hal yang dapat memicu munculnya alergi dengan menghindari binatang peliharaan yang dapat menimbulkan gejala alergi dan hindari hewan peliharaan dari jangkauan mebel berlapis kain.

Pada bayi, alergi pada kulit sering terjadi. Kulit bayi sendiri masih sangat rapuh dan sensitif. Namun, kulit bayi sendiri memiliki jenis-jenis yang berbeda sehingga para orangtua wajib mengenalinya. Ada tiga jenis kulit bayi yang bisa dikenali dengan mudah. Sebab, pemicu dari jenis-jenis kulit tersebut berbeda-beda.

Yang pertama adalah jenis kulit normal, di mana tekstur kulit bayi terasa lembut, lembap dan bersih. Jenis kulit ini sangat mudah untuk dideteksi karena teksturnya yang halus ketika disentuh.

Yang kedua adalah jenis kulit kering di mana tekstur kulit bayi cenderung kasar, bersisik dan terkadang mengelupas. Jenis kulit kering dapat muncul karena beberapa faktor seperti faktor genetik, lingkungan yang tidak bersih ataupun penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok.

Yang ketiga adalah jenis kulit dermatitis atopik atau eksim, di mana tekstur kulit bayi terasa sangat kering, sering muncul bercak merah, terasa gatal, ada faktor genetik dan umumnya terjadi pertama kali saat bayi berusia 2 bulan hingga 1 tahun. ''Anak saya baby Yoda memiliki jenis kulit dermatitis atopik, sehingga memerlukan perawatan yang lebih spesifik. Untuk itu saya pakai produk yang hipoalergenik dan teruji klinis dalam memperbaiki kerusakan kulit serta mengatasi gatal dan kemerahan,'' ujar dr Reisa Broto Asmoro.

Menurut American Academy of Dermatology, satu dari lima anak berisiko terkena dermatitis atopik. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan berasal dari faktor keturunan, sistem imun yang rendah.

Pada umumnya lebih sering terjadi di daerah perkotaan dengan iklim kelembaban yang rendah. Bayi yang mengalami dermatitis atopik memiliki risiko lebih tinggi terkena asma dan gangguan kardiovaskuler saat dewasa.

Bahkan, 50-70 persen bayi dengan dermatitis atopik berisiko terkena asma selama masa pertumbuhannya. Dermatitis atopik dapat ditangani dengan cara mengidentifikasi pemicu dan menghindarinya serta menerapkan perawatan kulit yang tepat. ''Untuk merawat kulit bayi, saya hanya menggunakan produk yang telah teruji klinis. Mengenali jenis kulit anakku adalah Iangkah pertama untuk melindungi kulitnya,'' ujar Reisa

Lantas, bagaimana cara mengatasi alergi?

Yang pertama, hindari stres. Stres bukan penyebab alergi, tetapi dapat membuat gejala alergi semakin lama sembuh akibat respons tubuh untuk melindungi diri. Saat stres, otak memberikan perintah untuk melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol, serta histamin, zat kimia yang menyebabkan gejala alergi. Stres yang terjadi berkepanjangan akan memperlambat respons melawan zat atau benda asing, sehingga Kamu lebih rentan terkena penyakit, seperti influenza, batuk pilek, atau penyakit infeksi lainnya.

Perhatikan konsumsi buah dan sayur. Karena beberapa buah dan sayur meskipun baik untuk kesehatan dapat membuat alergi memburuk. Hal ini karena beberapa buah dan sayur mengandung protein yang mirip dengan yang ditemukan di serbuk sari. Ini dapat membingungkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan reaksi alergi. Sayur yang sebaiknya dihindari selama alergi antara lain kentang dan bawang.

Cara ampuh untuk mengendalikan gejala alergi yang paling alami ialah menjaga lingkungan rumah dan tempat beraktivitas agar tetap bersih.

Perhatikan pakaian yang dikenakan. Karena pakaian, khususnya yang terbuat dari kain bertekstur kasar atau wol, dapat membuat debu dan serbuk sari lebih mudah terperangkap di serat-seratnya. Saat kita tidak mencuci pakaian tersebut dengan baik, dapat memperburuk alergi akibat debu dan kotoran yang masih menempel.

Hindari asap rokok. Sebuah studi di Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa asap rokok yang dihirup perokok pasif dapat memperburuk gejala alergi yang dialami. Periset menemukan bahwa tingkat antibodi alergen IgE 16,6 kali lebih tinggi pada orang-orang yang terpapar asap rokok dibandingkan dengan yang terpapar udara bersih. Sama seperti lilin dan parfum, asap adalah zat iritan yang dapat mengganggu saluran pernapasanmu, sehingga membuat gejala alergi sulit sembuh. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #penyakit-alergi 

Berita Terkait

Konsumsi Vitamin dan Buah, hingga Konsultasi ke Dokter

News in Depth

Sepelekan Alergi, Bisa Fatal Akibatnya

News in Depth

IKLAN