Senin, 15 Oktober 2018 11:53 WIB
pmk

Nasional

Masyarakat Berdemokrasi harus tanpa Paksaan dan Isu SARA

Redaktur: Ali Rahman

Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengingatkan masyarakat untuk tak terbawa isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) pada pesta demokrasi pemilu serentak di tahun 2019 mendatang. Calon presiden dan wakil presiden harus sesuai kata hati tanpa ada paksaan, termasuk dari isu agama yang kerap dimainkan dalam pelaksanaan pemilihan umum.

Sahroni menekankan, para calon presiden dan wakil presiden keseluruhannya merupakan putra bangsa. Karenanya ia menekankan masyarakat untuk tak terpecah belah meski pilihan politik berbeda.

“Kita sudah melihat dan mendengar langsung calon presiden dan calon wakil presiden, baik Jokowi dan Ma’ruf Amin, baik Prabowo dan Sandiaga Uno. Ini adalah putra-putra bangsa yang akan memimpin pertarungan di tahun depan. Silahkan bapak-ibu pilih dengan sesuai kata hati, jangan memilih karena paksaan, jangan jadikan agama untuk pedoman menjalankan politik,” pesan Sahroni di sela-sela kunjungan kerja di Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (10/8/2018).

“Kita sebagai masyarakat mendokan bangsa dan negeri ini menjadi bangsa yang hebat, bangsa yang kuat,” tukas Sahroni mengingatkan masyarakat Jati Pulo.

Hari ini kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden telah mendaftarkan diri ke KPU. Presiden Jokowi yang pada pilpres mendatang menggandeng Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya usai pendaftaran di KPU mengajak seluruh warga negara Indonesa menghadapi pesta demokrasi dengan kegembiraan. Dirinya mengingatkan demokrasi dalam pemilu seharusnya saling menunjukkan gagasan, ide, rekam jejak, dan prestasi.

Selain mengingatkan demokrasi tanpa paksaan, dalam kunjungan kerjanya Ahmad Sahroni turut mengingatkan pentingnya asuransi kesehatan, termasuk BPJS kesehatan. Hal ini menjawab pertanyaan sejumlah warga mengenai kepastian masih atau tidak kebijakan BPJS Kesehatan dari pemerintah dan pelayanan di rumah sakit terkait aturan dikeluarkan.

“BPJS terus tetep ada, bu, nggak akan pernah berhenti selama pemerintah tidak pernah menyetop soal kesehatan. Ibu jangan khawatir,” kata Sahroni menjawab pertanyaan warga Jati Pulo bernama Feby susinta.

Diakui Sahroni, hingga kini masih ada keluhan yang didengarnya terkait pelayanan rumah sakit terhadap pasien menggunakan BPJS Kesehatan. Politisi Partai NasDem ini meminta pembenahan lebih baik oleh BPJS, khususnya pelayanan di rumah sakit.

“Tapi banyak memang yang kekurangan (BPJS) yang luar biasa di tiap-tiap daerah. Saya nggak tau apakah di Jati Pulo dan sekitarnya BPJS sudah sesuai atau belum. Untuk di Jakarta Utara luar biasa banyak sekali kekurangan atau hambatan yang dalam prosesnya menerima pasien BPJS,” bebernya.

Masalah kesehatan menurut Sahroni sangat vital, khususnya bagi mereka yang memiliki profesi beresiko tinggi, seperti pengemudi atau ojek beraplikasi online. Ia menekankan, mereka yang menggantungkan hidupnya dengan mencari penumpang melalui aplikasi tersebut harus memiliki BPJS Kesehatan ataupun asuransi kesehatan. Sahroni mengemukakan profesi ojek online sangat rentan terhadap kecelakaan di jalan raya ataupun kejahatan.

“Berpikir ini (BPJS Kesehatan/asuransi kesehatan) akhirannya kok mahal, tapi itu penting. Jangan mengandalkan motor. Kalau motornya rusak bisa dibenerin, tapi kalau orangnya?” imbuh Sahroni kepada Eko, pengojek online warga RT 04/04, Jati Pulo yang beberapa hari lalu mengalami kecelakaan hingga patah tulang tangan kanan di kawasan Penjaringan Jakarta Utara.

Selain di Jati Pulo, Sahroni hari ini juga melakukan kunjungan kerja di Lapangan Kopajaya, Bojong, Rawa Buaya Jakarta Barat. Sama seperti di Jati Pulo, sekitar 1000 warga yang hadir tampak antusias bertanya dan meminta foto bersama dengan anggota dewan yang sempat menjalani pekerjaan sebagai sopir pribadi hingga tukang semir dan ojek payung itu. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ahmad-sahroni #demokrasi #isu-sara #capres-cawapres-2019 #asuransi-kesehatan 

Berita Terkait

Pacu Masyarakat untuk Mengawasi

Nasional

DPR Puji Sinergitas Pengungkapan Narkoba

Nasional

Sinergitas Pengungkapan Narkoba Harus Dicontoh

Nasional

Arti Nomor Urut Capres - Cawapres Versi KPU

Politik

Jokowi-Ma'ruf 01, Prabowo-Sandi 02

Headline

IKLAN