Kamis, 13 Desember 2018 10:38 WIB

Jakarta Raya

Hilangnya Barang Bukti Narkoba jadi Sorotan

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Aparat kepolisian diminta transparan dalam menangani kasus dugaan hilangnya sebagian barang bukti narkoba dari tersangka WNA asal Rusia Rybnokov Vladimir Aleksandrovich, 44. 

Atas dugaan tersebut, polisi berinisial AS tersebut harus menjalani pemeriksaan di Propam Polresta Denpasar. Berdasarkan surat perintah Kapolresta Denpasar tertanggal 1 Agustus 2018, tertulis Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo memerintahkan AS menjadi Pama Si Propam Polresta Denpasar dalam rangka pemeriksaan Si Propam. 

Kasus Vladimir Aleks pun sudah dilimpahkan dari penyidik kepolisian Polsek Kuta ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung. Dari total lima paket barang bukti kokain seberat 4 gram yang diamankan dari tersangka, dua klip di antaranya dan buku bacaan Rusia tempat menaruh paket diduga hilang.

Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S. Pane menilai oknum yang diduga menghilangkan barang bukti narkoba di Bali harus ditindak tegas. Menurut Neta, kasus hilangnya barang bukti narkoba ini bukan yang pertama. 

“Beberapa tahun lalu di PN Jakbar pernah ada kasus barang bukti narkoba yang ada di pengadilan ternyata tepung sehingga pengacara terdakwa mengatakan, pengadilan harus membebaskan terdakwa dari tuduhan sebagai bandar narkoba,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Dikatakannya, terdakwa saat itu ditangkap polisi karena membawa tepung dan membawa tepung bukanlah tindak pidana. Kasus ini kemudian menghilang. 

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi Polri tentang betapa buruknya mentalitas oknum aparatur. Mereka nekat menjadi tikus yang melenyapkan barang bukti. Padahal pencurian terhadap BB itu berdampak luas. Yakni tersangka bisa bebas,” tuturnya. 

Ia mengatakan, hilangnya BB menunjukkan buruknya sistem kerja Polri.  “Bisa juga ada upaya memperkaya diri oknum tertentu mengingat harga barang bukti itu cukup mahal. Sebab itu oknum polisi itu tak hanya cukup dicopot dari jabatannya. Tapi dia harus dipecat dari polisi dan kemudian dikenakan hukuman berlapis,” tuturnya.

Menurut Neta, oknum itu juga patut dicurigai sebagai bagian dari sindikat narkoba untuk membebaskan tersangka karena hilangnya BB sebagai alat bukti. “Oknum seperti ini bahkan harus dijatuhi hukuman mati agar ada efek jera dan oknum yang bermain - main dengan narkoba akan berpikir ulang melakukannya,” ujarnya. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #narkoba #kasus-dugaan-hilangnya-sebagian-barang-bukti-narkoba #rybnokov-vladimir-aleksandrovich 

Berita Terkait

Hutan Rusak dan Narkoba Jadi Sorotan PERADI

Nasional

Polisi Bekuk Bandar Pil Koplo di Kalangan Pelajar

Nusantara

Senator Tantang Duterte Tes Narkoba

Internasional

Terlibat Narkoba Dua Polisi Disanksi

Banten Raya

Buru Bandar yang Suplai Bogor, Rajin Gelar Razia

Megapolitan

Stop Sakau Tahun Baru!

Headline

IKLAN