Ekonomi

Dekati Rp 15 Ribu, Pelemahan Rupiah Harus Diantisipasi

Redaktur:
Dekati Rp 15 Ribu, Pelemahan Rupiah Harus Diantisipasi - Ekonomi

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Pelemahan rupiah terus berlanjut hingga hari ini. Pada Senin (3/9/2018) mata uang Garuda itu berdasarkan data Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) kurs tengah Jisdor berada diposisi 14.767. Melemah 56 poin per dollar dari posisi 14.711 pada Jumat (31/8/2018).

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan pemerintah dan BI harus segera bertindak untuk menahan laju pelemahan rupiah.

"Jadi memang rupiah terdepresiasi, resikonya besar terhadap perekonomian. Transaksi kita terbuka, bayar utang luar negeri, bayar emiten, impor dan sebagainya menggunakan dollar," ujar Heri, di Jakarta, Senin (3/9/2018).

Ia menambahkan imported Inflation (perubahan nilai tukar) akan berpengaruh terhadap industri. Serta dikhawatirkan menyebabkan inflasi. Khususnya dari produk industri yang banyak menggunakan bahan baku impor.

"Jadi pelemahan rupiah saat ini bukan wajar. Sudah tidak wajar. Pemerintah dan BI harus segera mengantisipasi," pungkasnya. (dai)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / IHSG Ditutup Melemah Seiring Koreksi Rupiah

Ekonomi / Rupiah Ditutup Menguat Usai Pertemuan The Fed

Ekonomi / Rupiah Menguat di Tengah Pelemahan Mata Uang Regional

Ekonomi / Rupiah Rebound Setelah Lima Hari Terkoreksi 

Ekonomi / Runding Dagang AS-China Alot, Rupiah Terkulai

Headline / Khawatir Gagal Bayar Utang AS, Investor Lepas Rupiah


Baca Juga !.