Minggu, 16 Desember 2018 10:38 WIB

Ekonomi

Dekati Rp 15 Ribu, Pelemahan Rupiah Harus Diantisipasi

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Pelemahan rupiah terus berlanjut hingga hari ini. Pada Senin (3/9/2018) mata uang Garuda itu berdasarkan data Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) kurs tengah Jisdor berada diposisi 14.767. Melemah 56 poin per dollar dari posisi 14.711 pada Jumat (31/8/2018).

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan pemerintah dan BI harus segera bertindak untuk menahan laju pelemahan rupiah.

"Jadi memang rupiah terdepresiasi, resikonya besar terhadap perekonomian. Transaksi kita terbuka, bayar utang luar negeri, bayar emiten, impor dan sebagainya menggunakan dollar," ujar Heri, di Jakarta, Senin (3/9/2018).

Ia menambahkan imported Inflation (perubahan nilai tukar) akan berpengaruh terhadap industri. Serta dikhawatirkan menyebabkan inflasi. Khususnya dari produk industri yang banyak menggunakan bahan baku impor.

"Jadi pelemahan rupiah saat ini bukan wajar. Sudah tidak wajar. Pemerintah dan BI harus segera mengantisipasi," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelemahan-rupiah #nilai-tukar-rupiah #ahmad-heri-firdaus 

Berita Terkait

IKLAN