Sabtu, 17 November 2018 02:58 WIB
pmk

Headline

Pemerintah Cari Solusi soal MR, 32 Juta Anak Belum Divaksin

Redaktur:

TAKUT-Ekspresi seorang murid saat disuntik imunisasi Measles-Rubella (MR) di SDN 1 Labuhan Ratu, Bandarlampung, beberapa waktu lalu. M. Tegar Mujahid/RADAR LAMPUNG

INDOPOS.CO.ID - Program pemerintah untuk pemberian vaksin MR (measless rubella) kepada anak terancam gagal. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho mengungkapkan, ini lantaran masih banyak orang tua yang menolak jika anaknya diberikan vaksin MR. Yanuar menyebut, pemerintah telah menargetkan 70 juta anak Indonesia diberikan vaksin MR. Namun hingga saat ini masih ada 32 juta anak yang belum divaksin. ''Potensi untuk gagal ini besar kalau kita tidak bisa mencapai target. Targetnya 95 persen akhir September, di luar Jawa. Sekarang ini situasi per 10 September, kita baru 43 persen, tepatnya 42,98 persen,''kata Yanuar di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (12/9).

Sedangkan dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan menyampaikan, pihaknya terus berusaha mencari jalan keluar akan masalah ini. ''Sore ini kami kumpulkan 28 provinsi untuk identifikasi dan cari jalan keluar di semua daerah secara spesifik,'' ujarnya ketika dihubungi INDOPOS, Kamis (13/9).

Data terakhir, vaksinasi MR di provinsi Aceh sebesar 76.461 (4,94 persen), Sumatera Utara : 1.267.544 (29.53 persen), Sumatera Barat sebanyak 342.394 (22,6 persen), Riau 379.521 (19.41 persen), Jambi 459.759 (50,27 persen), dan Sumatera Selatan sebanyak 940.847 (42,01 persen).

Bengkulu sebanyak 290.435 (56,48 persen), Lampung 1.394.072 (63,48 persen) dan Bangka Belitung  102.245 (27.60 persen). Kepulauan Riau sebanyak 209.792 (34.50 persen) dan Bali  728.409 (75,65 persen), NTB  333.642 (23,85 persen), NTT  1.111.944 (63.78 persen), Kalimantan Barat sebanyak 651.489 (47,63 persen), Kalimantan Tengah sebanyak 350.862 (50,75 persen), Kalimantan Selatan 327.990 (29,27 persen), Kalimantan Timur 336.401 (35,82 persen), Kalimantan Utara 89.398 (44,17 persen), Sulawesi Utara sebanyak 396.644 (67,03 persen), dan Sulawesi Tengah sebanyak 483.216 (59,74 persen)

Sulawesi Selatan sebanyak 1.086.172 (46,60 persen), Sulawesi Tenggara 389.799 (47,21persen), Gorontalo sebanyak 176.491 (57,04 persen), Sulawesi Barat 186.017 (46,71 persen) Maluku sebanyak 325.935 (59.66 persen), Maluku Utara sebanyak 187.063 (48,86 persen, Papua Barat 228.030 (85,58 persen) dan Papua 420.897 (45,58 persen). Total, jumlah anak yang telah diimunisasi MR dari 28 provinsi sebanyak 13.273.469 anak (41,53 persen) dari total sasaran 31 .963.1 54 anak. ''Itu data kemarin sore (Rabu, Red) jam 18.00,'' tandasnya.

Terpisah, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Vensya Sitohang menuturkan program vaksin MR terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama menyasar 35 juta anak di Pulau Jawa pada tahun lalu. Vaksin MR tahap pertama berjalan lancar.

Tahap kedua melibatkan 35 juta anak di luar pulau Jawa. Pada tahap kedua ini, masih ada 32 juta anak yang belum mengikuti vaksin MR. ''Ya kalau anak-anak tidak divaksin semua maka bisa mengakibatkan campak. Campak itu dapat menyebabkan komplikasi yang serius, misalnya diare, radang paru, gizi buruk, radang otak, kebutaan, bahkan kematian,'' tandasnya.

Vensya mengungkapkan, sebenarnya pada prinsipnya adalah kampanye ini untuk melakukan imunisasi secara massal. Masal dalam artian satu waktu serentak sehingga semua sasaran itu bisa (divaksin). ''Ini kan berbicara virus, jadi kita tidak tahu kapan virus itu menginfeksi satu orang. Sehingga perlindungan itu perlu kita push dulu, naikkan dulu sehingga harapannya memutus mata rantai dan berakibat pada  penurunan kasus, penurunan kematian, dsb. Baru dia dimasukkan ke imunisasi rutin. Sehingga kalau ada yang rendah tidak baik secara Epidemiologis penularan penyakit itu masih bisa terjadi,'' jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, walaupun ada yang masih cakupannya kecil, ini harus terus diangkat. ''Ini harus terus di dorong, untuk mereka terus melakukan imunisasi sampai mereka mendapatkan  perlindungan di komunitas minimal,'' katanya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #berpolemik-karena-ada-dua-kubu #vaksin-mr #kemenkes 

Berita Terkait

Pelayanan RSUD Ciawi Dikeluhkan

Megapolitan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Kisah Ubai, Balita Pengidap Rubella

News in Depth

MUI Bolehkan Vaksin MR

News in Depth

Belum Terapkan Vaksin MR, Kemendagri Belum Terapkan Sanksi

News in Depth

Vaksinasi Berpacu Melawan Waktu

News in Depth

IKLAN