Selasa, 25 September 2018 03:59 WIB
pmk

Politik

Pro dan Kontra Debat Capres-Cawapres Gunakan Bahasa Inggris

Redaktur: Ali Rahman

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya. Foto: Faqih Fathurrahman/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya merespons pedas usulan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menyoal debat pasangan calon presiden - calon wakil presiden menggunakan bahasa Inggris, bukan dengan bahasa Indonesia seperti biasanya.

Willy menyebut Yandri sebagai orang keblinger karena seperti tidak paham pada sejarah Indonesia berdiri. "Ini (Yandri, red) orang keblinger, orang yang lupa sejarah. Kita dulu mempromosikan bahasa Indonesia sebagai jati diri kita," ujar Willy di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Jumat (14/9/2018).

Willy menuturkan, usulan Yandri menggambarkan arogansi dari seseorang. Sehingga saran itu sebaiknya ditolak, karena bahasa Indonesia harus tetap dijunjung tinggi.

"Ini orang yang sok-sokan. Mentang-mentang kuliah di luar negeri, ingin bahasa Inggris. Ini pelecehan pada karakter bangsa. Kita harusnya bangga dengan bahasa kita. Kita harus bangga dengan bahasa daerah," jelasnya.

Di tempat yang sama, Wasekjen DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan itu baru sekedar usulan pribadi Yandri, belum menjadi ketetapan. "Saya rasa jika memang KPU nya oke, dan masyarakat mendukung kenapa enggak?" ujarnya.

Menurut Andre, sosok Presiden bukan hanya pemimpin namun juga public relation (PR) atau Sales bangsa untuk orang dapat berinvestasi, untuk orang datang ke indonesia.

"Kasihan juga nanti kalau presidennya terbata-bata bahasa inggrisnya. Bahasa Inggris itu 'kan untuk komunikasi dengan pemimpin-pemimpin dunia dan itu di perlukan. Namun soal itu kita tidak perlu perdebatkan tinggal KPU menilai apakah itu layak dilaksanakan atau tidak sambil menyerap aspirasi masyarakat seperti apa," tutupnya. (cr-4)


TOPIK BERITA TERKAIT: #debat-capres-cawapres #willy-aditya #andre-rosiade 

Berita Terkait

Pilpres, Debat Diagendakan Lima Kali

Headline

IKLAN