Senin, 22 Oktober 2018 02:52 WIB
pmk

makanmakan

Grand Whiz Poins Square Bertahan dengan Konsep Nusantara

Redaktur: Achmad Sukarno

Dok. Indopos

INDOPOS.CO.ID – Kuliner dengan kemasan lokal tak pernah hilang. Kehadiran menu-menu milenial yang menjadi kudapan genersi z menjadikan menu tersebut makin di cari. Sayangnya tak banyak yang menyajikan rasa nusantara. Jika pun ada itupun tak banyak.

Salah satu restoran di kawasan Jakarta Selatan masih setia menyediakan menu makanan lokal dengan gaya penyajian yang sederhana adalah Andromeda Restoran. Andromeda Restoran terletak di lantai 6 di dalam Grand Whiz Poins Square Simatupang Mall & Apartement/Hotel, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Wisatawan yang datang tidak perlu repot, karena sebagian besar sopir taksi ataupun penyedia jasa transportasi di kawasan ini sudah mengetahui dimana lokasi tersebut. Lantas apa yang menjadikan restoran ini menjadi pilihan yang tempat.

Rina Lumbantoruan, Marketing Communication Poin  Square, saat ditemui di beberapa waktu lalu menuturkan jika restoran ini bukan hanya memiliki makanan  khas nusantara, tetapi pemandangan yang diberikan pun juga terasa asri. Ketika di dalam, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan asri dan kolam renang. "Kalau konsep restoran ini lebih ke klasik bisnis, dengan ornamen ranting-ranting pohon. Kemudian ditambah dengan pemandangan lepas ke arah mini garden dan kolam renang," tuturnya.

Untuk menunya sendiri, Rina menyebutkan jika restorannya ini  memiliki beberapa menu andalan yang sangat diminati. Bahkan setiap bulannya, restoran ini  menyajikan menu terbaru dengan rasa yang berbeda. Ada Ayam Goreng Tangkap Aceh yang disajikan bersama dengan satu porsi nasi gurih yang dilengkapi lalapan.

Dolly Irawan, Chef Andromeda restoran menerangkan,  yang menarik dair menu makanan ini adalah penyajiannya. Yakni disajikan dalam satu piring. "Cara penyajiannya masih tradisional, sehingga untuk menyajikan satu menu ini disajikan dalam satu piring dan dialasi dengan daun pisang, pokoknya masih seperti kita makan dirumah dengan alas daun pisang," ungkapnya.

Dolly menceritakan awal mulanya ia bisa menaklukkan hidangan dengan rempah-rempah alaminya. Selama 18 tahun sudah beberapa tempat ia kunjungi mulai dari dalam negeri hingga luar negeri yaitu Abudabi. Dari mulai bukan siapa-siapa, hingga sekarang sudah banyak pengalaman pahit dan manis ketika dirinya mengolah suatu masakan. Ia mampu memasak masakan western hingga japanese, akan tetapi Dolly lebih menggeluti masakan Indonesia.

Grand Whiz memiliki tamu yang dominan lokal. Tidak menutup kemungkinan tmau liat yang memesan menu Indonesia dan mereka sangat menyukainya. "Bule  yang menginap disini justru lebih banyak memesan makanan Indonesia. Tidak perlu lah bule, kita aja kalau kesuatu daerah, pasti akan mencari makanan khas negara itu," tuturnya.

Ayam goreng tangkap aceh ditangan Dolly dibuat dengan begitu gurihnya. Sajian dari ayam  ini, karena memiliki warna hijau. Ayam yang dilumuri dengan beberapa bumbu yang berwarna hijau. Ia menggunakan ayam kampung muda sebagai bahan utamanya. Lalu ia menggunakan daun pandan, daun kari dan daun kemangi sebagai  perasa alaminya.

Ia pun menuturkan proses pembuatanya,  mulai dari pemasakan hingga penyajiannya."Ayam diungkep sekitar setengah jam, kemudian balut bumbu pembalur, disitu ada cabai, ketumbar yang ditumbuk kasar. Setelah itu ditumis. Ketika disajikan, daun-daun tadi itu ditumis terpisah. Kemudian disiram ke ayamnya tadi," jelasnya.

ketika INDOPOS menikmati hidangan ini,ayamnya sangat lembut pada potongan pertama, padahal yang ia gunakan ayam kampung. Sedangkan ayam kampung identik jika menjadi makanan akan keras untuk dikonsumi. Tetapi tidak ayam ini. Begitu lembut, ketika dikunyah pun daging ayamnya begitu gurih dan manis. Ada rasa sedikit pedas pada kunyahan pertama. Tak puas, saya pun melahap hingga gigitan terakhir.

Berbeda dengan ayam goreng pada umumnya. Sajian ini kaya akan rempah-rempahnya.   Ada bau berbeda  yang dikeluarkan ketika menu ini disajikan. Karena terdapatnya daun kari khas sumatera yang ia gunakan, bahkan pada masakannya Dolly memasukkan daun kemangi agar aromanya lebih keluar. "Susah menemukan daun kari di sini.  justur saya menanamnya sendiri. Bau daun ini lebih wangi, kalah dengan daun-daun lainnya," tuturnya.

Ayam tangkap sendiri memiliki filasofi,Dolly menceritakan jika dulu ada tamu suka tiba-tiba harus menyajikan makanan. "Itu  ada tamu, siapakan masakan, tangkap ayam aja. Yah begitulah mungkin,"terangnya

Alasan mengapa Dolly menggunakan menu  khas Indonesia, karena ia ingin mengangkat makanan dengan cita rasa Nusantara. "Banyak banget menu Indonesia yang belum di eksplor. Apalagi dengan banyaknnya makanan wester. Padahal jika kita berani menampilkan ciri khas kita, mereka sebenarnya suka-suka saja. Ya contoh Bali, hampir setiap restorannya pasti ada menu Indonesia," papar Dolly.(zbs)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kuliner 

Berita Terkait

KFPI Bagi-Bagi Resep Masakan Korea

Banten Raya

Kongkow di Rooftop Cocok Bagi Keluarga dan Gen z

makanmakan

Soal Nama "Bensu", Ruben Gugat Jessy Handalim

Headline

Nasi Liwet Jawara

makanmakan

Menikmati Lezatnya Menu "The Hobbit"

Jakarta Raya

IKLAN