Senin, 22 Oktober 2018 03:58 WIB
pmk

Banten Raya

Penggarap Lahan Kering Lebak Butuh Alsintan

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting

Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Sedikitnya 100 ribu hektare (HA) lebih lahan kering di Kabupaten Lebak milik masyarakat, Perhutani maupun lahan terlantar milik eks perusahaan Perkebunan yang sekarang digarap masyarakat membutuhkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan produksi padi gogo, palawija dan tanaman hortikultura.

“Para petani penggarap lahan kering sangat membutuhkan bantuan Alsintan dari pemerintah (Kementerian Pertanian),” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna kepada INDOPOS, Minggu (7/10).

Dede berharap kepada pemerintah untuk dapat meninjau ulang perpanjangan HGUnya, mengingat banyak lokasi dari perkebunan tersebut yang sudah tidak cocok lagi dengan kondisi sekarang. “Kita berharap pemerintah meninjau ulang perpanjangan eks HGU. Jangan sampai lahan kering yang HGUnya sudah habis tidak memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat,” ujar Dede.

Menurut Dede, saat ini Pemkab  Lebak sedang mengembangkan 17 komoditas tanaman hortikultra di lahan kering yaitu alpukat, belimbing, duku, durian, mangga, manggis, rambutan, salak, pisang, nangka dan nanas. Bahkan, pihaknya sedang menggencarkan tanaman durian, sejalan dengan kebijakan bupati yang mendorong pengembangan daerah wisata. “Ketika nanti orang berkunjung ke Baduy, pulangnya mereka bisa bawa oleh-oleh durian, manggis dan buah-buahan lain,” kata Dede.    

Sementara sejumlah petani penggarap eks HGU PT The Bantam Preanger Rubber Co Ltd yang diadvokasi oleh Persatuan Pergerakan Petani Banten (P2B), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Banten, Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), Lembaga Seni Mahasiswa STISIP Banten Raya (LEKSIS) mendesak Pemkab Lebak dan Pemprov Banten segera melaksanakan reforma agraria dengan cara mendistribusikan lahan HGU yang sudah habis kepada petani penggarap.

"Kami mendesak kepada pemerintah agar segera melaksanakan reforma agraria, dengan meredistribusikan lahan eks HGU kepada petani penggarap," ujar Abay Haetami, seorang perwakilan petani kepada INDOPOS, Minggu (7/10).

Menurutnya, dari total 1.100 hektare tanah HGU milik PT The Bantam Preanger Rubber Co. Ltd, petani hanya menuntut sekitat 187 hektare yang selama ini sudah digarap selama delapan tahun oleh 180 petani di Kabupaten Lebak. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemarau 

Berita Terkait

Kemarau, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Menganggur

Banten Raya

Dampak Kekeringan, Minum Air Sungai

Nusantara

IKLAN