Sabtu, 20 Oktober 2018 06:45 WIB
pmk

Nusantara

Warga Sulut Terseret hingga Amerika, Terombang-ambing di Laut Selama 86 hari

Redaktur: Folber Siallagan

SELAMAT-Stenly Tatoy saat dirawat di sebuah klinik di Guam. Foto: Ist/Radar manado/jpg

INDOPOS.CO.ID — Nasib nahas sekaligus beruntung menimpa Stenly Tatoy, warga Desa Gangga Satu, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pria 37 tahun ini hilang dan terombang-ambing di laut selama 86 hari dengan rakit bambu. Ajaibnya, dia selamat setelah ditolong pelaut di perairan Guam, Amerika.

Selasa (9/10) MALAM. Stenly ditemukan di perairan Guam, Amerika. Informasi penemuan Stenly sendiri didapat dari paman korban. “Keponakan saya hilang waktu menjaga rakit (rompong),” beber Moses Corneles, saat dikonfirmasi kemarin. Menurutnya, Informasi pertama didapati saat ia melihat postingan FB. Awalnya ia mencurigai lokasi keponakannya saat ditemukan berada di antara perairan Jepang-Filipina. “Soalnya perempuan yang bikin status di facebook tak mau bilang kalau itu di negara mana,” ungkap Moses, yang juga ketua Komisi Dua DPRD Kabupaten Minhasa Utara (Minut).

Dari foto yang beredar, Stenly tampak sedang berada di ruangan. Dia mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam. Kemudian tangan kirinya sedang diinfus petugas medis. Menurut Moses informan tersebut belum bisa berbicara banyak. Karena polisi dan pemerintah di negara tersebut, belum memberikan izin untuk ekspos.

“Setelah kami berusaha mencari tahu lokasi keponakan saya, ternyata bukan terdampar di Jepang. Melainkan di sekitaran Pulau Guam, tepatnya berada di lautan Pasifik Amerika Serikat, yaitu Pulau Yap,” bebernya.

“Sampai saat ini (kemarin) pemerintah Pulau Guam belum bisa mengekspos informasi tentang keberadaan ponakan saya, karena terikat dengan aturan pemerintah. Tetapi yang pasti sekarang dia sudah keluar rumah sakit dalam keadaan baik. Untuk sementara ditampung di tempat penampungan di Pulau Yap,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut penerjemah Stenly yang ada di Pulau Yap Amelia Deasy Nathaline saat dikontak via messenger mengatakan, ia mengetahui keberadaan Stenly dari polisi setempat. “Saat ini kondisi Stenly baik-baik saja dan sehat. Ia sudah keluar dari rumah sakit,” ceritanya. “Saya tak bisa memberikan informasi lebih. Tapi yang pasti pemerintah di sini sedang bekerja dan berusaha memulangkan beliau,” tambahnya.

Nathaline menambahkan, kemarin baru dilaporkan ke kedubes Indonesia. “Kemarin kami juga baru mendapatkan informasi keluarganya. Mohon bersabar, karena ketika pemerintah di sini sudah mengizinkan, saya pasti akan memberi kabar,” tandas Deasy.

Alfonsus Tatoy, ayah Stenly hanya bisa bersyukur. “Pertama saya mengetahui anak saya masih hidup dari orang Indonesia yang tinggal di Pulau Yap. Dia kirim informasi kemari dan fotonya juga di Pulau Yap. Untuk saat ini, kami belum ada kontak sama sekali dengan Stenly, katanya masih sementara pemulihan kesehata karena ia mungkin masih trauma. Ia terdampar di Pulau Yap. Kalau Aldi kapal yang dapat, tapi anak saya terdampar di sana,” terangnya.

Diceritakan juga perusahaan Aldi dan Stenly pemiliknya kakak beradik. “Jadi sampai rakitnya hanyut itu kemungkinan karena talinya sudah lama dan rapuh. Ditambah lagi angin kencang arah barat. Ketika mengetahui Stenly hilang saya bersama istri siang malam berdoa terus, dan melapor ke polisi. Tapi ia sudah jauh hanyut dan mengikuti pulau Sangihe dan Talaud,” jelasnya. Untuk saat ini keluarga belum tau kapan Stenly pulang. “Mungkin mau pemulihan dulu baru bisa pulang ke Indonesia. Saat ini belum ada pemberitahuan dari pemerintah sini (Minut) kapan Stenly kembali,” tandas Alfonsus, yang memiliki enam orang anak.

Sementara itu, Kepala Jaga Dua Desa Gangga Satu Deborah Katumbal membenarkan Stenly warganya. “Stenly dan kedua orangtuanya tinggal di sini. Ia sudah menikah. Istrinya orang Batu Putih dan tinggal di sana. Karena melaut ia pergi ke sana kemari. Namun untuk data pemilihnya masih terdaftar di desa kami,” beber Deborah.

Paman Stenly lainnya, Agus Bintang mengatakan, keponakannya berprofesi sebagai nelayan yang menjaga rakit. “Jadi ketika kami mengetahui Stenly hilang, kami langsung mendatangi pihak perusahaan tempat ia bekerja dan meminta tanggung jawab. Saat itu perusahaan mengiyakan akan tanggung jawab dan berusaha mencari, akan tetapi tidak ketemu,” ucapnya. (radar manado/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #stenly-tatoy #terombang-ambing-di-laut-selama-86-hari #perairan-guam-amerika 

Berita Terkait

IKLAN