X CLOSE Laporan Kinerja DKPP
Rabu, 19 Desember 2018 12:05 WIB

Internasional

Petinggi AS Pertanyakan Hilangnya Wartawan di Konsulat Saudi

Redaktur: Folber Siallagan

PROTES – Menyusul hilangnya Khashoggi, peraih nobel perdamaian Yaman Tawakkol Karman berunjukrasa bersama puluhan wartawan di Istanbul Turki. OZAN KOSE/AFP

INDOPOS.CO.ID - Pejabat tinggi Amerika Serikat membuka komunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) terkait kasus hilangnya jurnalis Saudi di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Penasihat keamanan nasional John Bolton dan menantu Presiden Donald Trump Jared Kushner pada awalnya berbicara kepadanya tentang wartawan Saudi Jamal Khashoggi. Selain itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo juga menanyakan soal Khasoggi ke MBS.

"Dalam kedua pembicaraan itu mereka meminta rincian lebih lanjut dan agar {emerintah Saudi menjadi transparan dalam proses penyelidikan," begitu keterangan yang dirilis Gedung Putih seperti dilansir RMOL.co (JPG) dari Press, Kamis (11/10).

Sementara itu Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat akan terus menyelidiki tentang nasib wartawan tersebut. Khashoggi terakhir terlihat pada Selasa (2/10) saat memasuki kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul dalam rangka mengurus dokumen pernikahannya.  Di  saat yang sama, tunangan Kashoggi menantinya di luar kantor konsulat. Pemerintah Turki menduga ia dibunuh dan dimutilasi di dalam kantor konsulat itu, untuk selanjutnya jasadnya diterbangkan kembali ke Saudi menggunakan pesawat carteran.

Harian Turki Sabah merilis identitas para operator Saudi, yang melakukan perjalanan dari Riyadh ke Istanbul dengan dua jet pribadi dan memasuki misi Saudi pada Selasa (2/10) atau di hari yang sama Khashoggi memasuki gedung itu.

Hilangnya Khashoggi yang sangat misterius telah menyebabkan protes di depan Kedutaan Arab Saudi di Washington. Para aktivis terus menuntut keadilan karena hilangnya wartawan tersebut. Hingga saat ini tunangan Kashoggi masih menanti kabar terakhir Khasoggi yang masih hilang.

Mantan Dubes AS untuk Turki Robert Pearson malah meyakini kalau wartawan itu sudah tewas dibunuh. ”Sudah lebih sepekan, dan tidak ada bukti yang bisa menunjukkan bahwa dia (Khashoggi) selamat,” ujar Pearson.

Pearson juga mendesak Riyadh segera memberikan penjelasan soal raibnya Khashoggi. Ia memperkirakan kalau masalah Khashoggi tidak tuntas, maka hubungan AS-Saudi bisa terpengaruh. Bahkan Pearson menegaskan AS akan menghentikan penjualan produksi senjatanya ke Saudi.

Sementara itu, salah seorang sumber The Times mengungkapkan, intelijen Turki memiliki video pembunuhan Khashoggi. Kemal Ozturk, penulis di salah satu media pro pemerintah, bahkan berani mengklaim secara frontal. ”Ada video saat dia dibunuh,” ujarnya.

Berdasar video yang dirilis NTV dua jam setelah Khashoggi masuk konsulat itu, sebuah Mercedes Vito hitam dengan pelat diplomatik meninggalkan gedung. Mobil tersebut lantas menuju rumah Konjen Saudi dan langsung masuk garasi. The Guardian melansir bahwa di hari Khashoggi datang ke gedung konsulat, seluruh staf lokal Turki di kantor tersebut diliburkan. Kamera pengamanan di dalam gedung juga dilepas. Diyakini, seluruh rekaman CCTV dibawa rombongan asal Saudi tersebut. (met/jpc)


TOPIK BERITA TERKAIT: #arab-saudi #orang-hilang 

Berita Terkait

Kanada Cari Cara Batalkan Pengadaan Senjata

Internasional

Saudi Tolak Serahkan Pembunuh Kashoggi

Internasional

Turki Buru Dua Petinggi Saudi

Internasional

Saudi Izinkan PBB Evakuasi Pemberontak

Internasional

Pangeran MBS Kirim 11 Pesan

Internasional

Erdogan Tak Mau Merusak Hubungan dengan Saudi

Internasional

IKLAN