X CLOSE Laporan Kinerja DKPP
Rabu, 19 Desember 2018 01:04 WIB

Liga Indonesia

Krisis, Persebaya Riskan Ubah Skema

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge

Ruben Sanadi (kiri) absen dalam sesi latihan rutin di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin. ANGGER BONDAN/ JAWAPOS

INDOPOS.CO.ID –  Stok bek sayap Persebaya Surabaya hanya tersisa M. Irvan Febrianto dan Ruben Sanadi.  Stok itu terancam menipis.  Sebab, kemarin Ruben absen dalam sesi latihan rutin di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Mantan penggawa Persipura Jayapura itu sudah meminta izin ke pelatih Djadjang Nurdjaman. “Ruben agak kurang enak badan. Dia izin ke saya untuk istirahat,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu. Djanur berharap Ruben bisa fit secepatnya. “Semoga bisa turun (lawan Borneo FC),” harapnya.

Jika Ruben absen, Persebaya bakal menghadapi problem serius. Mereka hanya menyisakan Ambon –sapaan M Irvan-di posisi bek sayap. Dengan kondisi itu, Djanur bisa saja mengubah skema dari empat bek menjadi tiga bek . Apalagi, stok stopper tengah melimpah.

Otavio Dutra, O.K John, Andri Muliadi hingga M Syaifuddin dalam kondisi fit. Tapi, mantan pelatih Persib Bandung itu enggan bereksperimen. Terlebih, Persebaya sudah terbiasa dengan skema empat bek sejak awal musim ini.

“Terlalu riskan ya. Risikonya tinggi kalau mengubah skema,” kata pelatih 53 tahun itu. Sejatinya, Djanur sudah pernah menjajal skema tiga bek dalam beberapa kesempatan latihan rutin. “Ternyata, hasilnya tidak memuaskan. Jadi nggak gampang mengubah skema,” ujarnya.

Karena itu, dalam latihan kemarin, M Syaifuddin dijajal sebagai bek kanan. Padahal, posisi aslinya adalah bek tengah. Sementara Ambon kembali ke posisi aslinya sebagai bek kiri. Sejatinya, masih ada Oktafianus Fernando yang bisa bermain sebagai bek kanan. Tapi, Djanur tetap berharap agar Ruben bisa kembali. “Saya rasa peluang Ruben untuk turun cukup besar,” terang Djanur.

Selain di belakang, masalah juga ada di lini depan. Masih belum ada kepastian apakah David da Silva bisa diturunkan. Kemarin, striker asal Brasil itu tak terlihat dalam latihan rutin. Dia melakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk melihat kondisi cedera lutut kanannya.

Djanur berharap pemain 28 tahun itu bisa memperkuat Persebaya. Meski begitu, Djanur hanya bisa menunggu. “Memang belum ada kepastian. Tapi saya optimistis David bisa turun,” kata pengganti Angel Alfredo Vera itu.

Kalaupun absen, Djanur sudah mempersiapkan Rishadi Fauzi. Sejauh ini, pemain 28 tahun itu sudah mengemas tiga gol bagi Persebaya. Rishadi pun mengaku siap jika memang diturunkan sebagai ujung tombak kontra Borneo FC. “Tujuan saya kan membantu tim. Kalau saya diturunkan, saya akan lakukan yang terbaik buat tim,” kata Rishadi.

Karena itu, dia sudah mulai melihat video Borneo FC saat bermain. Dia akan mengamati siapa lawan di lini belakang yang siap menghadangnya. “Saya rasa semua pemain belakang Borneo FC patut diwaspadai. Di Liga 1, semua lawan itu tangguh,” tegas pemain kelahiran Tangerang itu. (gus/bas/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #persebaya-surabaya 

Berita Terkait

Ruben Bisa ke MU, Osvaldo Bertahan

Liga Indonesia

Sedikit Waktu untuk Recovery

Liga Indonesia

Pemain Buangan yang Bersinar

Liga Indonesia

Merasa Persiapan Tidak Ideal

Liga Indonesia

Pede ke Kandang Ayam Kinantan

Liga Indonesia

Victory Milik yang Asli

Liga Indonesia

IKLAN