Rabu, 14 November 2018 05:10 WIB
pmk

Banten Raya

Kemarau, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Menganggur

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting

Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Ratusan hektare sawah tadah hujan Kabupaten Lebak menganggur karena tak bisa ditanami baik padi maupun palawija karena dilanda kekeringan akibat kemarau panjang. Beberapa kecamatan yang mengalami kekeringan adalah Cihara dan Warunggunung. Akibat kekeringan berkepanjangan lahan ini kini dimanfaatkan anak-anak untuk bermain bola.

Sarnata (53), warga Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung mengatakan,  saat ini ia hanya bisa pasrah menunggu hujan turun agar dapat menggarap areal sawah sebanyak 8 kotak miliknya.

”Tak bisa ditanami. Kalau menanam palawija seperti kacang panjang dan jagung pun butuh air,” terangnya kepada INDOPOS, Minggu (14/10).



Ia menyatakan semula para petani memprediksi pertengahan September hujan akan mengguyur sawah mereka. Namun hingga pertengahan Oktober hujan tak juga turun akibatnya para petani tak bisa bercocok tanam di sawah mereka.

Hal senada dikatakan Endang, seorang petani Cihara yang mengaku sudah lebih dari empat bulan sawahnya tidak pernah digarap karena tidak adanya sumber mata air yang mengalir ke areal persawahan. Untuk menutupi kebutuhan hidup, Endang mengaku banting stir menjadi pengojek agar dapur tetap ngebul.

”Saya sekarang banting stir jadi pengojek agar dapur tetap bisa ngebul,”cetusnya.
 


Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Pertanian, Kecamatan Cihara, Nandar  membenarkan 800 hektare lahan pertanian di wilayahnya merupakan sawah tadah hujan, sehingga saat musim kemarau panjang, sawah tak bisa ditanami karena tak ada persediaan sumber air.

"Sebagian besar lahan di sini itu sawah tadah hujan, sehingga sampai saat ini belum bisa ditanami akibat kemarau, berbeda dengan sawah irigasi yang saat ini tetap menanam karena ada sumber airnya," terang Nandar.



Menurutnya, akibat kemarau panjang yang melanda wilayah selatan Kabupaten Lebak, masa tanam sawah tadah hujan menjadi mundur dan dikhawatiran berdanpak terhadap produksi padi di Kabupaten Lebak.  "Biasanya sudah mulai tanam, tapi karena masih kemarau dipastikan mundur,” tukasnya.(yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemarau 

Berita Terkait

Kekeringan Masih Melanda Ngawi

Nusantara

Warga Berburu Air di Lereng Jurang

Nusantara

Dampak Kekeringan, Minum Air Sungai

Nusantara

Penggarap Lahan Kering Lebak Butuh Alsintan

Banten Raya

IKLAN