Rabu, 14 November 2018 06:23 WIB
pmk

makanmakan

Kire Haus Coffee, Ngopi Sembari Belanja dan Manjakan Rambut

Redaktur: Achmad Sukarno

MERACIK - Indah Widiastuti, pemilik Kire Haus Coffee melihat aksi Barista Kire Kopi, Rio. DEWI MARIYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Indonesia menduduki urutan keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia, ditambah budaya nongkrong sambil ngopi juga terus berkembang di Indonesia.

Salah satu daerah yang warganya memiliki kebiasaan ngopi adalah Aceh. Di Serambi Mekah ini, budaya minum kopi sangat kental dengan keseharian masyarakat mulai yang muda hingga tua, pria dan wanita, miskin dan kaya semua menikmati kopi. Maka tak heran ada banyak kedai kopi di pelosok-pelosok Aceh.

Tradisi minum kopi ini telah diwariskan secara turun temurun dari zaman Kesultanan Aceh. Aceh terkenal dengan kopi Gayo. Umumnya kopi ditawarkan dalam tiga variasi penyajian, yaitu kopi hitam, kopi susu dan sanger. Kopi hitam dan kopi susu mungkin sudah sering kita temui di daerah-daerah lain di Indonesia, tapi sanger adalah racikan yang khas dan orisinil dari Aceh.

Sepintas melihat tampilannya, kopi ini mirip dengan kopi susu. Tetapi yang khas dari sanger adalah komposisi susu dan gulanya yang tidak dominan membuat keharuman dan citarasa kopinya lebih terasa. Campuran kopi saring, susu kental dan gula ini kemudian dikocok hingga berbusa.

Kemudian ada penyajian kopi yang unik, kopi terbalik namanya. Berbeda dengan kopi sanger, cara pembuatan kopi ini adalah mengaduk ampas atau biji kopi yang ditumbuk namun tidak terlalu halus dengan air panas dan sedikit susu kental manis. Kemudian gelas kopi akan ditutupi dengan piring kecil. Setelah uap panas keluar, gelas akan dibalik untuk selanjutnya disajikan kepada pelanggan.

Cara meminum kopi ini pun cukup unik. Para pelanggan bisa menyeruput dengan cara memasukkan sedotan kecil ke gelas. Cara lainnya adalah memutar perlahan gelas sehingga kopi keluar perlahan di piring dan tinggal diseruput menggunakan sedotan.

Bagi Anda yang penasaran ingin mencicipi kopi terbalik, Anda bisa mengunjungi Ki-re Coffee di Grand Galaxy Blok FE No. 415, Jalan Pulo Sirih Utama Raya, Jakasetia, Bekasi yang menjadi satu dengan Ki-re Haus.

Di sini kopi terbalik menjadi single origin. ''Kopi terbalik merupakan minuman khas dari Aceh Barat. Penyajiannya panas, tetap memberikan biji. Jadi kalau minumnya sambil menikmati bisa terus berasa cita rasa kopinya,'' ujar Indah Widiastuti, pemilik kedai kopi.

Indah melakoni usaha ini karena terinspirasi masa kecil dan masa remajanya. Di mana, kebiasaan meminum kopi di Aceh ingin ia tularkan di sini. Indah meyakini kopi Aceh adalah kopi paling pas dan terbaik. ''Dari kecil sudah biasa ngopi. Aku tinggal di Aceh Utara dekat Gayo, di situ tempat dihasilkan kopi terbaik,'' katanya.

Di Ki-re Kopi, para penikmat kopi bisa mencicipi kelembutan kopi robusta, juga kombinasi long berry. Ada empat jenis biji kopi yang ditawarkan di tempat ini speciality arabika, long berry, pie berry, dan arabika.

Barista Ki-re Kopi, Rio, menjelaskan karakter taste dari keempat biji kopi yang digunakan di Ki-re Kopi yakni speciality arabika, long berry, pie berry, dan arabika dalam satu region yakni dari Aceh namun masing-masing punya rasa yang khas.

Speciality arabika, kata Rio, rasanya lebih manis, punya acidity dan paling cocok buat santai dan mencari ide baru. Pie berry lebih condong ke medium acidity atau lebih sepet dibandingkan kopi lain. ''Rasanya mirip kopi Kintamani,'' katanya.

Untuk long berry, lanjut Rio, rasanya lebih nutty (rasa kacang-kacangan) dengan acidity yang tidak terlalu strong. Adapun beberapa minuman berbasis kopi yang tersedia di Ki-re Kopi yakni kopi sanger, kopi terbalik hitam dan kopi terbalik susu, latte, cappucino, macciato, coffee fruty ice shacken, teh tarik, green tea latte. ''Yang lainnya single ekspresso, americano dan red eye. Selain kopi ada juga minuman lain seperti thai tea, leci tea dll,'' tukasnya.

Selain beragam menu minuman berbasis kopi dan non kopi, pengunjung juga bisa menikmati panganan Roti Srikaya, Mie Aceh Kerang, Nasi Goreng Rendang dan makanan lainnya. Soal harga, jangan khawatir, tidak terlalu mahal yakni kisaran mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu untuk segelas kopi penuh kenikmatan.

Tak hanya kopi, mengusung konsep one stop shopping Ki-re Haus juga menawarkan penjualan untuk fesyen, dimana ada clothing line dengan brand In Out yang menghadirkan busana kekinian. Dan Indah Bali Spa untuk perawatan diri.

Indah mengungkapkan, ide awal diciptakannya bangunan berkonsep one stop ini agar lebih memanjakan pengunjung khususnya di Bekasi yang menurutnya sudah mulai punya minat tinggi untuk kongkow-kongkow.

Menurut Indah, dengan suasana kawasan Kota Bekasi yang terkesan sangat industrial maka perlu juga dihadirkan sebuah tempat yang multifungsi seperti Ki-re. ''Tujuannya ya agar warga Bekasi khususnya para millenial mudah untuk memanjakan diri hanya dengan satu tempat dimana mereka bisa seharian menghabiskan waktu dari mulai ngopi, makan, belanja baju dan juga melakukan perawatan,'' tandas wanita berambut panjang ini.

Untuk clothing, dihadirkan busana-busana berkelas dan up-to date khususnya bagi para millenial, dengan kisaran harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. Sebelumnya, Indah juga sudah menjalankan bisnis clothingnya di berbagai mal.

Sedangkan di Bali Indah Salon, menjadi tempat yang pas untuk memanjakan diri. Paket lulur Rama Sinta menjadi salah satu andalan. Dengan hanya mengeluarkan Rp. 250 ribu, Anda bisa merasakan body massage, body scrub, hingga berendam dengan rempah – rempah alami. ''Pada bulan Oktober hingga akhir, kami memberikan diskon hingga 50 persen untuk paket ini. Jadi masyarakat bisa benar – benar merasakan sensasi perawatan seperti di Bali,'' katanya.  (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kire-haus-coffee 

Berita Terkait

IKLAN