Selasa, 20 November 2018 07:38 WIB
pmk

Nusantara

Kegelapan Masih Selimuti Desa Sekalus

Redaktur: Folber Siallagan

TERBELAKANG-Anak-anak di Desa Sekalus, Madiun, kesulitan belajar khususnya di malam hari karena listrik belum masuk desa. Budi prasetya/radar madiun/jpg

INDOPOS.CO.ID – Masa depan penerangan Desa Sekalus, Madiun, Jawa Timur, sulit terwujud dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2019. Sebab, jumlah penduduk di lingkungan Dusun Poleng, Cermo, Kare, itu sudah tidak valid. ‘’Perlu ada pembaruan data karena kaitannya dengan proses survei,’’ kata Manajer Perencanaan PLN Area Madiun Rizka Oktaria.

Lagipula, program listrik perdesaan (lisdes) tak bisa ditindaklanjuti tanpa adanya pengajuan. Baik perseorangan maupun kolektif dari pemdes. Rizka yang baru sebulan bertugas di Madiun mengklaim sudah mengumpulkan informasi tentang Sekalus. Diperoleh kesimpulan ada kesalahpahaman dari pemdes terkait prosedur di PLN. ‘’Saya rasa ini hanya masalah miskomunikasi,’’ ujarnya.

PLN juga perlu menghitung sasaran penerima bantuan sambungan listrik baru dalam skala jumlah rumah bukan kepala keluarga (KK). Sementara pendataan sejauh ini hanya sampai ke tingkat desa, tidak sampai dusun. PLN sendiri tak enak hati melakukan pendataan sendiri tanpa berkoordinasi dengan dinas sosial (dinsos) atau dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil). ‘’Itulah kenapa kami tak memasukkan Sekalus dalam RKAP 2019,’’ terangnya.

Sedari dulu, rencana pemasangan jaringan listrik ke Sekalus hanya mewacana. Selalu terkendala akses wilayah. Pihaknya kesulitan mengirimkan tiang beton untuk jaringan karena jalur menuju Sekalus yang tidak memadai. Aksesnya sempit dan hanya bisa dilewati roda dua. Padahal, untuk mendatangkan tiang beton itu harus menggunakan truk. Pihaknya tidak mungkin mendistribusikan peranti berat itu secara manual. Karenanya, akses jalan perlu diperlebar agar kendaraan pengangkut bisa melintas. ‘’Pelebaran kan juga membutuhkan biaya cukup besar,’’ tutur mantan pejabat PLN Area Situbondo itu.

Diketahui, kegelapan yang melingkupi Sekalus terancam bertahan hingga setengah abad. Sampai tahun depan sekalipun, PT PLN Area Madiun tak bisa mengakomodasi pemasangan jaringan listrik untuk perkampungan di lereng Wilis tersebut. Kecuali, pemdes setempat lekas mengajukan pendaftaran pemasangan baru. Upaya itu, meski telat, bakal ditoleransi dengan tindak lanjut survei lokasi. Hasilnya bakal diusulkan ke PLN Jatim sekaligus merevisi RKAP 2019 yang telah diajukan. Mereskedul batas pelaporan dari Oktober menjadi November. (cor/c1/fin)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kegelapan-masih-selimuti-desa-sekalus 

Berita Terkait

IKLAN