Selasa, 20 November 2018 07:58 WIB
pmk

Nusantara

Karena Sabu, Warga Sekarat Dikeroyok

Redaktur: Folber Siallagan

INTEROGASI - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto sedang menanyai salah seorang tersangka yang berhasil ditangkap. (FOTO : POJOK SATU / JPG)

INDOPOS.CO.ID - Seorang pemuda warga Medan Johor Sumatera Utara, tewas mengenaskan setelah dikeroyok dan dibacok sekelompok pemuda. Polisi menduga pengeroyokan itu dipicu masalah narkoba.

Dari informasi yang dihimpun Grup INDOPOS,  aksi pengeroyokan yang berakhir dengan pembunuhan Itu berawal dari keributan warga Jalan Luku I Gang Cangkul, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, dengan dua pemuda yang diduga anggota sindikat pengedar narkoba. Keributan itu terjadi pada Sabtu tengah malam (3/11).

”Dari keterangan saksi mata, ada dua pemuda yang datang menyerangan itu awalnya mendatangi rumah seorang warga yang berinisial DE. Keduanya datang sambil marah- marah dan melempari batu ke arah rumah tersebut. Lalu sempat terjadi keributan antara warga dengan dua pemuda itu,” jelas Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto.

Aksi saling lempar batu sempat terjadi hingga akhirnya kedua pemuda yang diketahui bernama Eka dan Eboy warga Gang Quba, Medan Johor. Karena warga kompak melawan, membuat kedua pelaku terdesak dan kabur.

Selang beberapa jam kemudian, sekitar 20 pemuda termasuk Eka dan Eboy didalamnya kembali mendatangi pemukiman warga tersebut dengan mengendarai belasan motor sambil menenteng berbagai senjata tajam. Mereka kembali menyerangan ke perkampungan warga di Jalan Luku Gang Cangkul itu.

Dengan beringas, sekelompok pemuda tersebut menyerang rumah milik seorang warga inisial D.

Usai menyerang rumah warga, para pelaku kembali menyasar rumah warga lainnya, yang mana saat itu ada dua orang warga bernama Suparno, 36, dan Lasiman, 55, sedang berada di depan rumah mereka masing-masing langsung menjadi bulan-bulanan para pelaku.

Setelah puas menghajar Suparno dan Lasiman, dan keduanya sudah sekarat bersimbah darah. Selanjutnya para pelaku meninggalkan lokasi.  Oleh warga, kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun nyawa Suparno tak dapat terselamatkan, ia meninggal karena terlalu banyak mengeluarkan darah. Sedangkan Lasiman yang masih kritis masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Polisi yang mendengar adanya pengeroyokan langsung bergerak cepat menggelar penyelidikan. Setelah mendapat ciri-ciri beberapa pelaku berikut identitasnya, besoknya polisi berhasil meringkus beberapa pelakunya yang merupakan warga Gang Quba yang berada tak jauh dari Gang Cangkul. “Saat ini, sejumlah pelaku penyerangan sudah kami amankan. Sebagian masih kami kejar,” pungkas Dadang.

Salah seorang saksi yang juga warga Gang Cangkul menuturkan, awalnya Eka dan Eboy sebenarnya mendatangi rumah DE untuk membeli sabu. Namun DE mengatakan kalau dirinya sedang tidak punya stok sabu. Mendapat jawaban tersebut membuat Eka dan Eboy marah lalu mulai melempari rumah ED. Warga yang melihat hal itu langsung melawan dan melempari kembali dengan batu Eka dan Eboy, akibatnya keduanya kabur menyelamatkan diri. Namun tak lama mereka kembali datang sambil mengajak puluhan rekannya.  ”Jadi ini sebenarnya masalah narkoba,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya itu. (fir/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #sabu 

Berita Terkait

IKLAN